Diterbitkan 19/08/2025. Pembahasan kali ini adalah tentang bagaimana strategi short BTC dapat digunakan dalam berbagai situasi pasar.

Cryptoharian – Sejak awal Agustus, metrik exchange netflow Bitcoin (BTC) mendekati titik terendah signifikan. Hal ini mencerminkan pola yang pernah muncul sebelum reli besar di tahun 2017 dan 2021. Secara historis, posisi rendah seperti ini kerap menandai awal dari fase kenaikan terakhir dalam pasar bullish. Dalam konteks ini, beberapa trader mungkin mempertimbangkan untuk melakukan Short BTC.
Pada 13 Agustus, harga Bitcoin sempat menembus rekor baru di US$124.457 sebelum terkoreksi ke level US$120.895. Tekanan jual dari investor jangka panjang terlihat mulai mereda, memberi sinyal bahwa pasar bisa memasuki fase kelangkaan pasokan yang berpotensi mendorong kenaikan harga lebih cepat dalam beberapa minggu mendatang, meski risiko Short BTC tetap ada.
NVT Golden Cross Turun Tajam, Sinyal Titik Balik?
Saat ini, NVT Golden Cross berada di level 0,2709 setelah turun 53,92 persen, menunjukkan penurunan valuasi yang signifikan dibandingkan dengan aktivitas transaksi. Penurunan tajam seperti ini di masa lalu sering bertepatan dengan titik dasar pasar (market bottom) sebelum reli pasar. Beberapa investor menggunakan momentum ini untuk mempertimbangkan Short BTC.
Menurut ambcrypto.com, situasi ini menunjukkan kemungkinan bahwa nilai jaringan transaksi Bitcoin masih berada di bawah kapitalisasi pasarnya. Jika tren tersebut berlanjut, BTC berpotensi memasuki fase pemulihan. Penyempitan cepat pada indikator ini juga menambah sinyal akan munculnya momentum bullish baru, sehingga menjadi metrik penting yang patut diperhatikan para trader dan menjadi pertimbangan dalam kalangan mereka yang ingin Short BTC.
Baca Juga: Ini Sebab Bitcoin Tembus ATH Hingga Lebih dari US$ 123.600
Funding Rate Positif, Short BTC Tertekan
Funding Rate berbasis Open Interest (OI) Bitcoin tercatat di level 0,0137, menandakan adanya sentimen optimistis yang konsisten di kalangan trader dengan leverage. Kondisi funding yang terus berada di zona positif umumnya menunjukkan bahwa pihak pembeli rela membayar biaya tambahan untuk mempertahankan posisi long, yang pada gilirannya bisa mendukung kestabilan harga di tengah tren kenaikan yang kuat.
Meski begitu, funding rate yang naik terlalu tinggi bisa menjadi sinyal bahwa posisi long sudah terlalu penuh (overcrowded longs), sehingga berpotensi memicu koreksi harga. Saat ini, data masih memperlihatkan kecenderungan bullish yang sehat tanpa indikasi adanya penggunaan leverage berlebihan.
Data Derivatif dan Likuidasi Mendukung Tren Naik
Dalam 24 jam terakhir, BTC mencatat likuidasi short sebesar US$ 24,28 juta, lebih besar dibanding likuidasi long senilai US$ 17,16 juta. Ini mengindikasikan penutupan paksa posisi bearish.
Aktivitas derivatif dalam hal ini juga meningkat tajam, dengan:
- Volume perdagangan melonjak 65,37 persen menjadi US$ 149,47 miliar.
- Open Interest (OI) naik 4,14 persen menjadi US$ 83,76 miliar.
- Nilai transaksi opsi kripto meroket 127,92% ke level US$9,43 miliar.
- Nilai OI opsi bertambah 5,19% dan kini menyentuh US$57,15 miliar
Peningkatan ini memperlihatkan besarnya minat dari institusi dan ritel, yang mendorong likuiditas serta meningkatkan peluang fluktuasi harga di sekitar level tertinggi Bitcoin.

1 thought on “Pasar Terguncang, Short BTC Hangus US$24 Juta”