
Gempa Tektonik Guncang Bekasi–Karawang, M 4,7
Gempa tektonik bermagnitudo M4,7 mengguncang wilayah Bekasi, Karawang, dan sekitarnya pada Rabu (20/8) pukul 19.54 WIB. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Gempa Guncang Bekasi–Karawang. Gempa M4.7 Guncang Bekasi-Karawang membuat banyak warga terkejut dan berhamburan keluar rumah untuk memastikan kondisi aman. Tak lama setelah kejadian tersebut, istilah “Gempa M4.7 Guncang Bekasi” menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Gempa Guncang Bekasi-Karawang ini menjadi perhatian utama masyarakat dan media. Gempa M4.7 Guncang Bekasi-Karawang menyadarkan warga akan pentingnya kesiapsiagaan.
Baca juga: Sejarah Gempa Besar di Jawa Barat
Lokasi dan Penyebab Gempa M4.7
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa terletak di 19 km tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada kedalaman 10 km.
“Gempa dangkal ini dipicu oleh sesar naik busur belakang Jawa Barat,” jelas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono. Letak episenter menekankan pentingnya memahami gempa yang mengguncang Bekasi maupun Karawang ini.
Dampak Guncangan di Berbagai Daerah
Warga Bekasi merasakan getaran paling kuat dengan intensitas III–IV MMI. Getaran itu memecahkan gerabah, membuat jendela berderik, dan menimbulkan bunyi pada dinding akibat pusat gempa M4,7 yang mengguncang Bekasi–Karawang
- Purwakarta, Cikarang, Depok: III MMI
- Bandung, Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur: II–III MMI
- Tangerang, Pandeglang, Cianjur, Pelabuhanratu, Lebak: II MMI
Gempa Susulan di Karawang dan Sekitarnya
Hingga pukul 20.35 WIB, BMKG mencatat satu gempa susulan dengan magnitudo M2,1. Walaupun kekuatannya kecil, catatan ini menegaskan bahwa aktivitas seismik di Jawa Barat bagian utara masih berlangsung. Selain itu, gempa yang mengguncang Bekasi–Karawang menjadi contoh nyata aktivitas seismik yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Akibatnya, guncangan M4,7 di Bekasi–Karawang kembali menambah daftar peristiwa seismik lokal yang perlu diwaspadai.
Imbauan BMKG Terkait Gempa Jawa Barat
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Selain itu, lembaga tersebut meminta masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak jelas, dan selalu mengikuti informasi resmi. Lebih lanjut, Daryono juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan serta memahami langkah mitigasi bencana gempa bumi setelah gempa mengguncang Bekasi–Karawang.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Gempa M4,7 yang mengguncang Bekasi–Karawang menjadi pengingat bahwa wilayah Jawa Barat termasuk kawasan rawan gempa. Oleh karena itu, masyarakat perlu selalu waspada dengan menyiapkan rencana evakuasi keluarga serta memahami titik kumpul aman di lingkungan masing-masing. Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak gempa dapat diminimalisasi sehingga warga lebih siap menghadapi bencana yang datang tanpa bisa diprediksi. Kejadian gempa Bekasi–Karawang ini sekaligus menegaskan kembali betapa pentingnya kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam.
❓ FAQ Seputar Gempa Bekasi–Karawang
Tidak. BMKG menegaskan bahwa gempa yang terjadi pada 20 Agustus 2025 ini tidak menimbulkan potensi tsunami, karena sumber gempa berada di darat dan kedalamannya dangkal. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman gelombang tsunami.
Warga Bekasi, Karawang, dan sekitarnya merasakan guncangan gempa dengan intensitas paling kuat. Sementara itu, masyarakat di Purwakarta, Depok, Bandung, Jakarta, dan Tangerang Selatan juga melaporkan adanya getaran. Bahkan, penduduk di wilayah yang lebih jauh seperti Pandeglang dan Cianjur turut merasakan dampaknya.
Aktivitas sesar naik busur belakang Jawa Barat memicu terjadinya gempa, menurut BMKG.
Saat gempa terjadi, segera berlindung di bawah meja atau tempat yang kuat. Selain itu, jauhi jendela maupun benda berat yang berisiko jatuh. Setelah guncangan berhenti, segeralah evakuasi ke tempat terbuka agar lebih aman.
Ya, BMKG mencatat satu gempa susulan dengan magnitudo M2,1 yang terjadi tak lama setelah gempa utama.