Blora – Kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, telah berlangsung enam hari. Tim gabungan terus berupaya memadamkan api hingga hari keenam ini.

Tim gabungan memilih metode penyemprotan foam atau busa untuk memadamkan api. Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati, menyebut cara ini diyakini mampu mempercepat pemadaman di titik api.
Mulyowati menjelaskan, tim akan menggunakan alat pemadam api foam. Pertamina sudah menyiapkan foam tersebut dan petugas akan langsung menyemprotkannya ke titik api.
Baca juga : Enam Orang Ditangkap karena Diduga Mengoptimalkan Lima Situs Judi Online
Petugas tetap menyemprotkan air untuk membantu memadamkan kebakaran sumur minyak ilegal, meski foam menjadi metode utama.
Mulyowati menegaskan kelancaran pemadaman bergantung pada ketersediaan air. Ia menekankan suplai air harus terus mengalir agar api kebakaran sumur cepat terkendali.
Petugas menyiagakan puluhan truk tangki di lokasi untuk memenuhi kebutuhan air. Mereka juga membangun dua kolam penampungan dari terpal yang kini sudah terisi penuh.
Baca juga : Kemenkeu Bantah Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara
BPBD Blora menyiagakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter dan meminta bantuan dari BPBD Muria Raya di Rembang, Pati, Kudus, dan Grobogan untuk memperkuat pasokan air. Langkah ini memastikan kebutuhan air tercukupi guna memadamkan kebakaran sumur minyak ilegal.
Petugas mengerahkan empat unit ekskavator untuk mempercepat pembangunan tanggul di sekitar lokasi kebakaran. Berkat dukungan logistik dan peralatan itu, tim berhasil menjaga suplai air sehingga penyemprotan foam berjalan lancar.
Kebakaran Sumur Minyak Ilegal menimbulkan korban jiwa
Peristiwa kebakaran ini sudah menewaskan tiga orang, sementara itu dua korban lain masih menjalani perawatan akibat luka serius. Tak hanya itu, ratusan warga terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka karena lokasi berada di lereng gunung yang berdekatan dengan permukiman padat, menambah risiko dari kebakaran sumur minyak ilegal ini.
Petugas gabungan terus berupaya menekan api agar tidak meluas. Mereka melakukan pemadaman siang dan malam dengan mengerahkan peralatan berat serta memanfaatkan suplai air dari berbagai daerah. Pemerintah daerah juga membuka posko darurat untuk menampung warga yang terdampak kebakaran.