
KBI – JAKARTA. Harga emas dunia menguat pada Jumat (22/8/2025), setelah pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell memicu keyakinan pasar bahwa suku bunga akan turun pada September. Emas pun rebound hingga menembus US$3.370, menjadikannya sorotan utama pasar. Emas rebound sentuh US$3.370 ini menjadi perhatian utama bagi banyak investor.
Harapan tersebut semakin menguat setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan pandangannya dalam simposium tahunan Jackson Hole.
Data Reuters mencatat emas spot menguat 1,1% ke US$ 3.373,89 per troi ons pada pukul 13.31 waktu New York. Kontrak berjangka emas AS pun ditutup naik 1,1% di posisi US$ 3.418,50. Ini menandakan tren positif di pasar logam mulia, semakin mendekati target emas rebound sentuh US$3.370.
Baca Juga : Pasar Terguncang, Short BTC Hangus US$24 Juta
Melemahnya dolar AS sekitar 1% ikut mendorong kenaikan harga emas. Kondisi ini membuat logam mulia tersebut lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain. Khususnya saat Emas US$3.370 Powell disebut-sebut oleh banyak investor. Emas rebound sentuh US$3.370 menjadi perhatian para pelaku pasar.
Dalam pidatonya di Jackson Hole, Powell menyebut bahwa perubahan keseimbangan risiko dapat membuka ruang bagi penyesuaian kebijakan moneter. Meski demikian, ia belum secara tegas menyatakan komitmen terhadap pemangkasan suku bunga.
Powell juga menyoroti risiko pelemahan pasar tenaga kerja, sembari tetap mewaspadai tekanan inflasi yang hingga kini masih tinggi.
Analis independen pasar logam, Tai Wong, menegaskan bahwa dalam pidato kedelapan sekaligus terakhirnya di Jackson Hole, Powell membuka jalan cepat menuju pemangkasan bunga September. Ia menilai sinyal tersebut mengejutkan pasar dan langsung mendorong reli di hampir semua aset, termasuk emas. Menurut Wong, level emas US$3.370 Powell kini menjadi titik penting yang diawasi pasar.
Baca Juga : Prabowo Copot Immanuel Ebenezer dari Wamenaker
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga 85%, Harga Emas Rebound Sentuh US$3.370
Ia menegaskan, pasar akan menunggu apakah harga emas bisa menembus dan konsisten berada di atas level psikologis US$ 3.400 dalam waktu dekat.
CME FedWatch mencatat ekspektasi pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada September kini mencapai 85%. Ini lebih tinggi dari 75% sebelum pidato Powell di Jackson Hole.
Era suku bunga rendah kerap menjadi momentum positif bagi emas. Sebab, ketiadaan imbal hasil membuatnya lebih unggul dibanding instrumen dengan bunga. Emas US$3.370 Powell menjadi pembahasan hangat.
Langkah ini semakin menyoroti campur tangan politik dalam independensi bank sentral, seiring upaya Trump memperkuat pengaruhnya di The Fed.
Meskipun pasar Asia masih mencatat permintaan emas fisik yang lesu karena gejolak harga, India menunjukkan tanda pemulihan. Hal ini terlihat lewat meningkatnya pembelian perhiasan menjelang musim festival.
Selain emas, logam mulia lain juga bergerak positif. Perak naik 2,2% ke US$39,01 per troi ons, platinum menguat 0,7% ke US$1.362,90, dan paladium menanjak 1,4% menjadi US$1.125,53.