
Penembakan Terjadi di Depan Tempat Tinggal Korban
Kabar Berita Indonesia , Lima – Penembakan Staf KBRI Peru, Zetro Leonardo Purba, tewas setelah tertembak tiga kali oleh OTK pada Senin malam, 1 September 2025. Saat insiden terjadi, Zetro baru saja tiba berada gedung tempat tinggalnya usai bersepeda bersama istrinya.
Jabatan Zetro sebagai Penata Kanselerai Muda selama 5 bulan, Buru-buru si petugas membawa Zetro ke Rumah sakit terdekat, . Namun, nyawanya tidak tertolong.
Baca juga : BPOM Alokasikan Rp371 Miliar , Makan Bergizi Gratis 2026
Pelaku terduga Pembunuh Bayaran
Mendagri Peru, Carlos Malaver, menyebut pelaku penembakan sebagai pembunuh bayaran yang diduga dikontrak untuk menghabisi korban. Dalam rapat bersama anggota parlemen Peru, Malaver menyebut insiden ini sebagai bentuk “pembunuhan kontrak” yang sudah terencanakan secara matang.
“Pelaku mengarahkan peluru-peluru itu ke kepala korban. Mereka datang untuk membunuh, bukan untuk merampok,” ujar Malaver.
Rekaman CCTV Ungkap Aksi Brutal Pelaku
Polisi Peru merilis dua rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan detik-detik penembakan Staf KBRI Peru. Penembakan ke Zetro oleh pria berhelmet sebanyak tiga kali hingga ia terpental. Pada tembakan terakhir ,Rekannya sudah menunggu di motor dan mereka langsung cabut melarikan diri dari lokasi.
Tidak Ada Barang Korban yang Hilang
Pelaku tidak mengambil satu pun barang milik Zetro, menurut temuan sementara penyelidik. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa motif utama pelaku adalah pembunuhan, bukan perampokan.
Zetro meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Kehilangan ini menjadi pukulan berat bagi keluarga dan komunitas WNI Peru.
Kementerian Luar Negeri RI Desak Investigasi Tuntas
Menlu Sugiono meminta pemerintah Peru bereskan kasus perkara ini secara cepat,terbuka transparan, dan menyeluruh.. Ia juga agar mendapat perlindungan maksimal bagi seluruh staf diplomatik dan WNI yang berada Peru.
Baca juga : Penjarahan Rumah Uya Kuya: Polisi Amankan Kucing Curian dari Massa
Peru Janji Tingkatkan Keamanan Lingkungan Diplomatik
Menanggapi kasus ini, Menteri Luar Negeri Peru, Elmer Schialer, menyatakan keprihatinannya terhadap meningkatnya tindak kekerasan untuk negaranya. Ia mengakui bahwa pembunuhan terhadap staf diplomatik Indonesia menjadi “peringatan keras” atas memburuknya situasi keamanan kota Peru.
Perudingan dari Kementerian Luar Negeri Peru untuk penguatan prosedur keamanan lingkungan KBRI Lima. Aparat setempat juga masih memburu pelaku dan terus menyelidiki latar belakang kejahatan tersebut.
