
DPR Terima Tuntutan Rakyat 17+8 dari Aktivis dan Influencer
Kabar Berita Indonesia , Mengenai Tuntutan Rakyat 17+8. Para aktivis dan influencer menyerahkan tuntutan rakyat ’17+8′ ke DPR RI pada Kamis (4/9/2025) siang gerbang Pancasila, Gedung DPR RI. Tuntutan ini terdiri dari 17 permintaan jangka pendek dan 8 permintaan jangka panjang. Mereka menetapkan batas akhir penyelesaian tuntutan pada tanggal 5 September 2025. Penerima penyerahan langsung oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, dan anggota Komisi VI, Rieke Diah Pitaloka. Mereka secara resmi menandatangani surat yang menyatakan penerimaan tuntutan itu.Tak perlu untuk ragu lagi, Tuntutan tersebut menjadi sorotan utama hari ini.
Partai Demokrat Dorong DPR Tingkatkan Keterbukaan kepada Masyarakat
Sekjen Demokrat, Herman Khaeron, mengingatkan DPR agar membuka diri lebih luas terhadap aspirasi rakyat.
Mereka adalah wakil rakyat. Herman menegaskan bahwa dalam setiap rapat DPR, kepentingan rakyat harus menjadi paling utama. Ia menilai pembentukan Badan Aspirasi Masyarakat menjadi langkah DPR untuk menampung tuntutan publik secara serius. Hal ini termasuk dalam konteks tuntutan rakyat 17+8.
Baca juga : Kualifikasi Piala Dunia 2026: Belgia Gaspol, Jerman Keok
Herman Khaeron Harapkan Dialog Tuntutan Rakyat 17+8 Lebih Intensif antara DPR dan Rakyat
Herman berharap DPR menyediakan waktu lebih banyak untuk berdialog dengan masyarakat serta memperbanyak rumah aspirasi. Rumah aspirasi ini harus melibatkan tim pendukung. Selain itu, ia mengimbau pemerintah untuk lebih proaktif dalam melaksanakan rekomendasi DPR yang sejalan dengan aspirasi masyarakat.. Hal ini penting terutama karena pemerintah memegang peran sebagai pelaksana anggaran dan regulator. Dalam konteks ini, Tuntutan tersebut perlu pertimbangan secara mendalam.
Baca juga : Nadiem Tersangka Kasus Chromebook oleh Kejagung
Tuntutan 17+8 Viral Media Sosial, dan Dukungan Influencer Terkenal
Tuntutan rakyat ’17+8′ sempat viral media sosial setelah sejumlah influenscer menggungah seperti Jerome Polin dan Salsa Erwina Hutagalung. Unggahan ini mendapatkan perhatian luas dari warganet yang ramai membagikan dan mendukung tuntutan tersebut. Tema dari tuntutan tersebut berisi “Transparansi, Reformasi, Empat” dengan desain warna pink dan hijau dengan latar hitam.
