
Harga Emas Dunia Memecahkan Rekor
Kabar Berita Indonesia , Harga emas global kembali melesat ke level tertinggi sepanjang masa. Pada Jumat (5/9/2025), harga emas berjangka AS mencapai angka tertinggi secara historis, menyentuh sekitar US$3.650 per ons.
Baca juga : Kebiasaan Cek HP pagi hari? Ini 8 Sifat Tersembunyi
Laporan Ketenagakerjaan AS Melemah, Terduga Fed Akan Pangkas Suku Bunga
Sentimen positif terhadap emas muncul setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan lesunya aktivitas perekrutan pada Agustus. Situasi ini mendorong spekulasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), kemungkinan besar akan memangkas suku bunga pada pertemuan 17 September 2025. Saat ini, peluang pemangkasan sebesar 25 basis poin diperkirakan mencapai 84%, sementara skenario penurunan lebih tajam sebesar 50 bps memiliki kemungkinan sekitar 16%.
Investor Berburu Aset Aman Saat Ketidakpastian Menguat
Harga emas telah naik lebih dari 34–36% sepanjang tahun ini. Kenaikan ini seiring dengan meningkatnya permintaan terhadap aset safe‑haven pada tengah ketidakstabilan geopolitik, tantangan ekonomi, dan ketegangan perdagangan. Analis seperti Andy Nugraha menyoroti bahwa reli emas oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga, pembelian bank sentral, serta diversifikasi dari dolar AS.
Baca juga : Ella JKT48 Kena Sanksi, Minta Maaf Usai Viral
Harga Emas Bisa Tembus US$5.000 Bila Pengaruh Terhadap Fed Terus Berlanjut
Perikiraan harga emas oleh Goldman Sachs bisa menembus hingga US$4.000 per ons pada pertengahan 2026. Dalam skenario ekstrem bisa bisa mencapai hingga US$5.000 per ons. Hal ini jika terjadi gelombang besar alokasi dana dari obligasi AS ke emas, dipicu oleh kepercayaan pasar terhadap kebijakan Fed yang tergerus oleh tekanan politik.
Ancaman terhadap Independensi The Fed Mendorong Reli Emas
Baca juga : PHK Massal Gudang Garam , Said Iqbal Soroti Isu Dampak PHK
Kekhawatiran publik terhadap intervensi politik dalam kebijakan Fed memperkuat preferensi investor terhadap emas sebagai aset pelindung nilai. Salah satu contohnya adalah upaya Presiden Trump mencopot gubernur The Fed. Analis menyoroti bahwa ketika suku bunga turun dan kepercayaan terhadap dolar menurun, emas justru semakin menarik.
Kesimpulan:
Lonjakan harga emas ke level tertinggi baru terpicu oleh melemahnya data ekonomi AS. Spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Fed dan meningkatnya ketidakpastian global juga berperan. Tekanan terhadap independensi bank sentral AS semakin memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai. Jika tren ini terus berlanjut, harga emas bisa menembus rekor lebih tinggi pada masa mendatang.
