
Sharon Lane Tinggalkan California, Lansia Ini Justru Menetap di Lautan
Kabar Berita Indonesia , Sharon Lane, seorang wanita berusia 77 tahun asal California, Amerika Serikat, mengambil keputusan yang tak biasa untuk masa tuanya. Alih-alih menghabiskan hari-hari senjanya di rumah atau panti jompo, Lane memilih menetap di kapal pesiar sebagai tempat tinggal tetap. Sejak pertengahan Juni 2025, ia resmi tinggal di kapal pesiar Villa Vie Odyssey, kapal residensial yang dirancang khusus bagi mereka yang ingin berkeliling dunia sambil hidup di tengah laut.
Alasan Sharon Lane Tinggalkan Darat, Pilih Hidup di Laut
Lane memutuskan meninggalkan rumahnya di California Selatan karena tingginya biaya hidup di wilayah tersebut. Ia menyebut pengeluaran hidup di daratan terlalu besar, sehingga memilih opsi yang menurutnya lebih sesuai dengan gaya hidup dan keinginannya: tinggal di laut.
Baca juga : Timnas Brasil Tumbang di El Alto: Ancelotti Mendapat Kritik
“Saya membeli satu kabin dan tinggal di dalamnya. Hidup jadi lebih sederhana,” ujar Lane.
Ia mengaku telah menggunakan seluruh tabungannya untuk membeli kabin tersebut, namun menurutnya, pengorbanan itu sebanding dengan kemudahan yang ia rasakan. Lane tidak lagi perlu memikirkan urusan belanja, mencuci pakaian, atau membersihkan rumah. Semuanya telah tersedia dan terlayani pada kapal pesiar tersebut.
“Saya ingin kehidupan yang sederhana, tanpa kerumitan dan kebutuhan juga tercukupi,” tegasnya.
Harga Kabin dan Fasilitas Kapal
Kapal pesiar Villa Vie Odyssey menawarkan unit kabin untuk dihuni secara permanen dengan masa berlaku sesuai usia kapal, yakni selama 15 tahun. Harga kabin bagian dalam mulai dari 129.000 dolar AS (sekitar Rp 2,1 miliar), sedangkan kabin luar dengan harga mulai dari 169.000 dolar AS (sekitar Rp 2,7 miliar). Penghuni juga kena cas biaya bulanan berkisar antara 2.000 hingga 3.000 dolar AS (sekitar Rp 32 juta–49 juta) per orang.
Biaya tersebut sudah mencakup berbagai fasilitas seperti makanan, minuman ringan, layanan kamar, wifi, kebersihan harian, dan jasa binatu. Selain itu, penghuni juga bisa menikmati hiburan rutin seperti pertunjukan musik, tarian, hingga penampilan seniman lokal di berbagai pelabuhan tempat kapal bersandar.
Hidup di Laut Jadi Impian yang Terwujud
Kehidupan atas kapal pesiar memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi Lane. Ia lebih sering menghabiskan waktu di dek kapal ketimbang di dalam kabin. “Kamar hanya untuk tidur. Pada dek kapal, saya bisa menikmati suasana laut, membaca buku, atau mengobrol dengan orang baru,” ungkapnya.
Baca juga : BYD Sealion 7: SUV Listrik Paduan Performa, Gaya, Efisiensi
Lane juga mengungkapkan kebahagiaannya bisa menjadi bagian dari komunitas internasional yang beragam di atas kapal, termasuk ilmuwan, dokter, hingga pebisnis.
Kini, Lane bertekad untuk menghabiskan hingga 15 tahun ke depan tinggal berada atas lautan. Ia merasa telah menemukan tempat yang membuatnya bahagia. “Apapun cuacanya—cerah atau berangin—berada di dek adalah tempat favorit saya. Saya ingin menghabiskan sisa hidup saya pada tempat ini,” tutupnya.
