
Kabar Berita Indonesia , Jakarta – Baru sehari menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa langsung memicu kontroversi. Gaya bicaranya yang ceplas-ceplos menuai kritik publik hingga muncul perbandingan antara dirinya dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Purbaya Singgung Gaya “Koboi” di DPR
Saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR RI, Purbaya mengomentari perbedaan sikapnya saat menjabat sebagai Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan kini sebagai Menteri Keuangan.
“Ini kunjungan saya sebagai Menteri Keuangan. Kalau waktu di LPS, saya katanya ngomongnya agak koboi. Sekarang enggak boleh. Saya baru merasakan dampaknya, rupanya beda,” ujar Purbaya dalam forum tersebut.
Baca juga : Timor Leste Kirim Donasi Rp 40,9 Miliar untuk Bali Viral
Pernyataan itu memicu respons warganet dan publik yang langsung menyamakan gaya bicaranya dengan Ahok.
Pengamat Sebut Purbaya Beda dari Ahok
Pengamat politik Yanuar Rizky menilai perbandingan antara Purbaya dan Ahok tidak seimbang. Menurutnya, meskipun keduanya dikenal vokal, karakter mereka berbeda.
“Ahok memang ceplas-ceplos, tapi dia lebih banyak bicara di ruang analisis. Sementara Purbaya, posisinya langsung di ruang eksekusi kebijakan,” jelas Yanuar dalam sebuah wawancara.
Baca juga : Pekerja SPBU Shell Kena PHK Akibat BBM Kosong , Menjadi Viral
Yanuar juga menyinggung keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Purbaya menggantikan Sri Mulyani sebagai upaya menghadirkan “game changer” di sektor keuangan.
“Kalau Purbaya berani keluarkan kebijakan seperti Patriot Bonds untuk menggerakkan UKM dan sektor pertanian, dia bisa jadi kunci perubahan,” tambah Yanuar.
Politikus Demokrat Bela Menkeu Baru
Di tengah kritik, politikus Partai Demokrat Rachland Nashidik membela Purbaya. Ia menyebut gaya bicara Purbaya memang terkesan kaku, namun tidak bisa disamakan dengan arogansi.
“Menkeu Purbaya memang tidak terbiasa dengan public speaking. Tapi itu tidak berarti dia tidak punya kapasitas atau kapabilitas,” kata Rachland dalam unggahan di akun media sosialnya.
Rachland bahkan menyinggung Ahok yang menurutnya lebih kasar dalam berbicara. “Ahok itu luar biasa arogan, mulutnya kasar. Kalau Purbaya cuma terdengar sombong, tapi tidak seperti Ahok,” ucapnya.
Baca juga : Penyelidikan Kerangka Manusia di Pohon Aren Sergai
Ia pun mengajak publik untuk memberi kesempatan pada Purbaya, bukan langsung menghakimi dari ucapannya. “Aksi lebih penting dari kata-kata. Kalau kebijakannya nanti merugikan, kita kritisi bersama. Tapi jangan dulu baper hanya karena gaya bicara,” tegasnya.
Demonstrasi dan Permintaan Maaf Menkeu
Sehari setelah pelantikannya, sejumlah mahasiswa dari BEM UI menggelar aksi demonstrasi menuntut pencopotan Purbaya. Mereka menganggap pernyataannya meremehkan aspirasi rakyat, termasuk saat menyebut “17+8 tuntutan rakyat” hanya berasal dari sebagian kecil kalangan.
Menyadari kegaduhan publik, Purbaya akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan.
Baca juga : Hukuman Koruptor : 7 Negara di Dunia Paling Tegas
“Kemarin kalau ada kesalahan saya mohon maaf, ke depan akan lebih baik lagi,” ujar Purbaya, Selasa (9/9/2025), usai menghadiri acara serah terima jabatan dengan Sri Mulyani dan rapat terbatas di Istana Kepresidenan.
Masih Awal, Publik Diminta Tunggu Kinerjanya
Kendati awal jabatannya langsung menuai kontroversi, sejumlah pihak meminta publik untuk menunggu dan menilai Purbaya berdasarkan kinerja, bukan gaya bicara.
Kini, sorotan publik tertuju pada bagaimana Purbaya akan menjalankan peran penting sebagai nakhoda keuangan negara. Apakah ia akan mampu menjadi “game changer” seperti yang diharapkan?
