
Kabar Berita Indonesia , PANGKALPINANG – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pangkalpinang 268 Tahun pada 17 September 2025. Sejarah panjang ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini tidak lepas dari peran pentingnya dalam tata niaga timah dalam masa Kesultanan Palembang.
Asal Usul dari Kesultanan Palembang
Sejarawan Bangka Belitung, Akhmad Elvian, mengungkap bahwa Pangkalpinang dahulu merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kesultanan Palembang. Salah satu cikal bakal berdirinya kota ini bermula dari waktu terbentuknya “pangkal” atau pos-pos pengumpulan hasil tambang timah.
“Kesultanan menunjuk seorang demang untuk memimpin Pangkalpinang. Tugas utamanya yaitu mengatur perdagangan timah dan memungut pajak tahunan dari masyarakat,” kata Akhmad pada hari Selasa (16/9/2025).
Baca juga : Kenaikan Gaji DPRD Kalteng Akan Dievaluasi Gubernur
Pungutan Timah Jadi Sumber Ekonomi Utama
Akhmad menyebut, sejak tahun 1757, ketika Sultan Susuhunan Ahmad Najamudin memimpin, timah telah menjadi tulang punggung ekonomi wilayah. Pemerintah setempat memungut pajak sebesar 50 kati lempengan timah dari setiap kepala keluarga setiap tahunnya.
“Satu kati setara dengan sekitar 6,3 ons. Sebagai imbalannya, pihak sultan akan mengirimkan bahan kebutuhan seperti pakaian dan besi ke Pangkalpinang,” ujar Akhmad.
Baca juga : Pencopotan Kepala Sekolah Batal, Kini Kembali Bertugas
Feeder Point bagi Tambang Sekitar
Pangkalpinang kala itu bukan hanya pusat tambang, tetapi juga berfungsi sebagai pelabuhan pengumpul (feeder point). Hasil tambang dari daerah seperti Merawang dan Mendo melalui sungai menuju pelabuhan Pangkalpinang .
“Teknologi tambang dan sebagian besar penambang berasal dari China. Mereka masuk sejak era perdagangan bebas timah antara Kesultanan Palembang dan pedagang Eropa,” katanya.
Kontrak Dagang Timah dengan Eropa Sejak 1710
Menurut Akhmad, kontrak pengiriman timah ke pedagang Eropa telah berlangsung sejak 1710 dan terus adanya pembaharuan. Salah satu kontrak menyebut Sultan Mahmud Badaruddin I harus menyuplai hingga 30.000 pikul timah dalam bentuk lempengan sederhana, berbentuk tempurung kelapa.
“Meski banyak pekerja berasal dari China, mereka umumnya bukan dari daratan Tiongkok langsung, melainkan dari semenanjung Malaya seperti Thailand dan Vietnam,” ungkapnya.
Baca juga : Ribuan Ojol Demo Hari Ini, Aplikasi matikan
Peninggalan Belanda Masih Berdiri Kokoh
Setelah Belanda mengambil alih dari VOC, pengaruh kolonial mulai mendominasi. Hingga kini, masih banyak bangunan era Belanda yang berdiri, termasuk rumah dinas wali kota, kantor pos, dan rumah pejabat perusahaan tambang timah Banka Tin Winning Bedrijf.
“Pangkalpinang sudah lama menjadi pusat administrasi. Bahkan sejak 9 Februari 2001, kota ini resmi menjadi ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata Akhmad.
Makna dalam Balik Nama Pangkalpinang
Nama Pangkalpinang sendiri berasal dari dua kata: “Pangkal” yang berarti titik awal atau pusat kegiatan, dan “Pinang” yang mengacu pada pohon pinang—sejenis palma yang banyak tumbuh di Asia dan Pasifik serta diperdagangkan sebagai rempah.
