
Kabar Berita Indonesia , Jakarta – Banyak orang belum menyadari bahwa perubahan pada urine bisa menjadi sinyal awal demensia, kondisi penurunan fungsi otak yang mengganggu kemampuan berpikir, mengingat, hingga berperilaku.
Salah satu ciri yang harus dalam waspada adalah urine berbusa. Hal ini bisa menandakan adanya masalah serius, bukan hanya pada ginjal. Selain itu, ini juga berpotensi terkait dengan fungsi otak.
Baca juga : Prabowo Subianto Tanggapi Langsung Kasus Keracunan MBG
Penelitian: Urine Berbusa Berkaitan dengan Risiko Demensia
Peneliti Swedia mengamati bahwa urine berbusa menunjukkan adanya kadar protein albumin yang tinggi. Kondisi ini biasa terjadi akibat kerusakan ginjal. Dalam penelitian tersebut, mereka menemukan bahwa individu dengan kondisi ini memiliki risiko 40 persen lebih tinggi mengalami demensia. Terutama, mereka berisiko mengalami demensia vaskular.
Para peneliti menekankan bahwa masalah pada organ seperti ginjal dapat memengaruhi otak. Ini karena adanya kesamaan struktur pembuluh darah kecil pada kedua organ tersebut.
Ahli: Ginjal dan Otak Sama-Sama Bergantung pada Pembuluh Darah Halus
Dr Hong Xu, seorang peneliti dalam bidang neurobiologi dari Karolinska Institute, menjelaskan bahwa otak dan ginjal sebenarnya memiliki karakteristik yang mirip. Keduanya sangat bergantung pada pembuluh darah kecil yang rentan rusak.
“Ketika pembuluh darah pada ginjal mengalami kerusakan, hal serupa sering juga terjadi pada otak,” jelas Dr Hong Xu pada hari Minggu (28/9/2025).
Baca juga : Jantung Sehat dengan Olahraga Rutin, Ini Kata Dokter
Peneliti Lacak Data 130 Ribu Orang Selama 4 Tahun
Dalam studi tersebut, tim peneliti melacak data dari 130 ribu orang dewasa di Stockholm yang berusia 65 tahun ke atas dan belum memiliki riwayat demensia. Selama empat tahun masa pemantauan, sekitar 7 persen partisipan terdiagnosis mengalami demensia.
Setelah mempertimbangkan kondisi ginjal dan faktor lain yang dapat memengaruhi hasil, peneliti menemukan bahwa:
- Orang dengan kadar albumin sedang (30–299 mg/g) memiliki risiko 25 persen lebih tinggi terkena demensia.
- Orang dengan kadar albumin tinggi (lebih dari 300 mg/g) menghadapi risiko 37 persen lebih tinggi daripada mereka yang memiliki kadar albumin normal (hingga 30 mg/g).
Ahli Sarankan Pemeriksaan Dini Albuminuria
Para ahli merekomendasikan deteksi dini albuminuria, yaitu kondisi urine mengandung terlalu banyak albumin. Ini menjadi salah satu langkah penting untuk mendeteksi demensia sejak awal. Deteksi ini bisa membantu mengidentifikasi risiko lebih cepat dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada otak.
Baca juga : Keracunan Makanan pada Anak : Gejala dan Pertolongan
Tanda-Tanda Lain Demensia yang Perlu dalam Waspada
Selain perubahan pada urine, beberapa gejala awal demensia lainnya yang perlu dalam perhatian antara lain:
- Mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas sehari-hari.
- Kesulitan untuk fokus dalam suatu aktivitas.
- Sering bingung saat berbicara atau menyusun kalimat.
- Merasa sedih, cemas, atau takut tanpa alasan jelas.
- Sulit memusatkan perhatian pada objek atau aktivitas tertentu.
