
Pemkot Dorong KAI Tambah Akses Disabilitas di Depok Baru
Kabar Berita Indonesia – Akses Disabilitas Depok Baru, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menyoroti kurangnya fasilitas bagi penyandang disabilitas di Stasiun Depok Baru. Usai melakukan kunjungan ke tiga stasiun—Pondok Cina, Depok Baru, dan Depok Lama—pada Selasa (26/8/2025), ia mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk segera menambah sarana yang mendukung aksesibilitas bagi semua kalangan, khususnya penyandang disabilitas.
Akses Ramah Disabilitas Depok Baru Jadi Prioritas
Chandra menegaskan, pihak terkait harus tersedia lebih dari sekadar lift. Namun, berbagai sarana pendukung seperti tangga khusus perlu disiapkan untuk memudahkan mobilitas penyandang disabilitas di Stasiun Depok Baru. Pemkot Depok turut menegaskan bahwa aksesibilitas yang inklusif bagi difabel perlu menjadi bagian dari Penataan wilayah tersebut. Ia juga menambahkan, Stasiun Depok Lama sebaiknya mendapat perhatian serupa.
Baca juga : Pesta Sabun Bandung Digerebek Pemkot, Simak Penjelasannya
“Agar penyandang disabilitas dapat berpindah peron dengan lancar, pihak terkait perlu segera menyediakan fasilitas penunjang yang layak.” Solusinya tidak harus berupa lift, tangga khusus juga bisa gunakan,” ujarnya saat hubungi kabarberitaindonesia.online, Kamis (28/8/2025).
Akses Disabilitas Depok Baru: Pemkot Nilai Fasilitas Belum Memadai
Wakil Wali Kota itu menyoroti kondisi Stasiun Baru yang hingga kini belum memiliki akses khusus untuk penyandang disabilitas ketika menyeberang antar-peron. “Penyandang disabilitas masih kesulitan berpindah dari peron 1 ke peron lain karena hanya tersedia tangga biasa.” “Stasiun Pondok Cina sudah terlengkapi dengan lift dan eskalator,” kata Chandra.
“KAI telah mengimplementasikan konsep Transit Oriented Development (TOD) dengan baik pada Stasiun Pondok Cina, sehingga stasiun ini menjadi contoh yang layak kita ikuti.” Oleh karena itu, memberikan kenyamanan lebih bagi para penumpang.
Dorongan Pembangunan TOD Depok
Pemerintah Kota Depok turut mendorong PT KAI agar mengembangkan konsep Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Stasiun Depok Baru dan Stasiun Depok Lama. “Kami menginginkan adanya pengembangan seperti apartemen, eskalator, dan fasilitas pendukung lainnya. Harapannya kawasan ini lebih terintegrasi,” jelas Chandra
Baca juga : Pacaran Berujung Maut Medan: Balas Dendam
Kolaborasi Pemkot dan KAI untuk Penataan Stasiun
Sebagai respons atas hal ini, Pemkot Depok telah Menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT KAI Daop 1 Jakarta dan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta untuk melakukan perbaikan kawasan Stasiun Depok Baru. Executive Vice President KAI Daop 1 Jakarta, Yuskal Setiawan, menyatakan pihaknya siap untuk menggandeng pihak lain dalam proyek tersebut.
“Kami siap melibatkan semua pihak terkait agar penataan ini bisa berjalan optimal. Selain fasilitas akses, kami juga fokus menambah penerangan agar area stasiun tidak gelap,” ungkap Yuskal. Ia menegaskan bahwa peningkatan akses di sekitar Stasiun Depok Baru akan menjadi salah satu fokus utama pihak terkait.
Keluhan Penumpang Soal Fasilitas Stasiun
Sejumlah pengguna KRL Commuter Line mengeluhkan minimnya fasilitas yang mendukung kenyamanan penyandang disabilitas dan lansia di Stasiun Depok Baru. Mereka berharap PT KAI segera menindaklanjuti keluhan ini agar semua penumpang bisa menikmati perjalanan dengan nyaman dan aman.