
Kasus Rentan Kecacingan Anak Sekolah yang Jadi Sorotan
KBI – Jakarta – Belum lama ini, kasus balita di Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal karena kecacingan membuat banyak orang tua terkejut. Anak sekolah bisa juga rentan terkena cacingan. Penyakit yang sering dianggap sepele ini bisa berbahaya jika tidak segera ditangani. Karena itu, anak sekolah rentan cacingan perlu mendapat perhatian khusus dan pencegahan yang tepat. Kecacingan pada anak sekolah merupakan masalah kesehatan serius yang tidak boleh diabaikan.
Cacing gelang atau Ascaris lumbricoides merupakan jenis cacing yang paling banyak menginfeksi manusia, baik di Indonesia maupun di dunia. Dari total kasus, hampir 80 persen penderitanya adalah anak usia sekolah, khususnya berusia 5–10 tahun. Ini menunjukkan betapa anak sekolah rentan cacingan.
Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Riyadi, SpA (K), M.Kes, menjelaskan bahwa tingginya kasus kecacingan pada anak usia sekolah terjadi karena mereka lebih sering bermain di luar ruangan dan bersentuhan langsung dengan tanah. Ia menegaskan, edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat pada kelompok ini belum optimal sehingga membuat mereka menjadi yang paling rentan terinfeksi,” ujar Riyadi dalam agenda Temu Media IDAI, Jumat.
Anak Pra-Sekolah Juga Berisiko Terinfeksi Cacingan
Kelompok kedua yang juga banyak terinfeksi adalah anak usia pra-sekolah, yakni 2–5 tahun. Pada usia ini, anak sudah mulai aktif berjalan dan bermain di luar rumah.
Orang tua perlu lebih waspada, karena anak usia 2–5 tahun cenderung belum memahami kebersihan. Saat melihat tanah, mereka sering menganggapnya sebagai mainan baru lalu memegang dan memainkannya tanpa pikir panjang. Hal inilah yang membuat risiko kecacingan semakin tinggi pada anak sekolah renatan cacingan.
Dr. Riyadi menjelaskan bahwa seperdelapan populasi dunia terinfeksi cacing gelang. Parasit ini tumbuh subur di negara beriklim hangat dan lembap, termasuk Indonesia. Cacing gelang dapat hidup di tubuh manusia hingga dua tahun.
“Cacing gelang biasanya hidup di usus halus. Ukurannya bisa sangat besar, bahkan cacing jantan bisa mencapai panjang 30 sentimeter dan bertahan hingga dua tahun,” kata Dr. Riyadi.
Dr. Riyadi menambahkan bahwa orang yang terinfeksi cacing dan tidak diobati dapat menyebarkan telur cacing ke lingkungan ketika buang air besar sembarangan. Satu ekor cacing mampu menghasilkan hingga 200 ribu telur. Ia menegaskan, jika seorang anak sekolah yang rentan cacingan memiliki cacing dengan berat total 1–2 kilogram, risikonya akan sangat besar.
Dr. Riyadi menjelaskan bahwa penularan cacing terjadi bukan karena menelan cacing dewasa, melainkan telur yang berkembang menjadi larva hingga dewasa. Proses perkembangan ini membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Ia menegaskan, jika pada seorang anak sudah ditemukan cacing dewasa, berarti anak tersebut sebenarnya sudah tertular setidaknya tiga bulan sebelumnya.
Apa Saja Gejala Cacingan Pada Anak?
Gejala kecacingan pada anak sering kali tidak langsung terlihat. Anak yang terinfeksi biasanya mengalami perut buncit, nafsu makan menurun, wajah pucat, hingga berat badan sulit naik. Beberapa anak juga tampak lemas, mudah lelah, dan mengalami gangguan konsentrasi di sekolah.
Selain itu, infeksi cacing dapat menimbulkan rasa mual, muntah, diare, atau nyeri perut. Pada kasus yang lebih berat, cacing bahkan dapat terlihat keluar bersama feses. Kondisi ini tentu membuat anak semakin rentan mengalami kekurangan gizi dan hambatan tumbuh kembang.
Kenali Gejala Cacingan yang Sering Menyerang Anak Sekolah
Orang tua bisa mencegah kecacingan pada anak dengan membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini. Ajarkan anak untuk selalu mencuci tangan memakai sabun setiap kali selesai bermain, sebelum makan, dan setelah menggunakan toilet.
Orang tua juga perlu memperhatikan kebersihan kuku anak agar tidak menjadi sarang kotoran dan telur cacing. Selain itu, biasakan anak untuk menggunakan alas kaki saat bermain di luar rumah guna mengurangi risiko telur cacing masuk melalui kulit.
Orang tua juga perlu mencegah anak sekolah rentan cacingan dengan membiasakan mereka tidak jajan sembarangan serta memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih. Selain itu, pemberian obat cacing secara rutin setiap enam bulan sekali sesuai anjuran dokter sangat dianjurkan.