
Ramai Media Sosial Keluhkan Gejala Batuk dan Pilek
Kabar Berita Indonesia , Beberapa hari terakhir, banyak warganet mengeluhkan gejala batuk dan pilek di media sosial. Mereka menyebut mengalami hidung tersumbat, tenggorokan gatal, hingga demam ringan yang tak kunjung reda meskipun sudah berhari-hari.
Beberapa unggahan menyebut suara berubah karena batuk berkepanjangan, merasa pusing karena pilek tak kunjung sembuh, bahkan mengalami sesak napas akibat batuk yang terus berlanjut. Keluhan ini muncul serentak, memicu spekulasi bahwa ada tren penyakit yang sedang berkembang di masyarakat.
Baca juga : Degenerasi Makula : Gangguan Penglihatan Serius
Dokter Sebut Batuk dan Pilek dan COVID-19 Meningkat
Guru Besar Pulmonologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, SpP(K), menyampaikan bahwa memang banyak masyarakat yang mengalami gejala mirip COVID-19, meski tidak semuanya menjalani tes PCR.
Ia mencermati bahwa saat ini kasus influenza dan COVID-19 sama-sama menunjukkan peningkatan. “Kalau melihat data yang ada, memang kedua penyakit ini kembali naik,” ujarnya pada hari Rabu (8/10).
Perlu Penerapan Kembali Protokol Kesehatan
Prof. Erlina menyarankan agar masyarakat kembali menerapkan protokol kesehatan dasar seperti memakai masker dan mencuci tangan, terutama saat berada dalam ruang publik atau saat merasa tidak enak badan. Menurutnya, langkah ini bisa mencegah penularan virus lebih lanjut.
Baca juga : Tantangan Psikologis Perantau : 5 Masalah Sering Terjadi
Dokter Paru Ungkap Pemicu Batuk dan Pilek : Cuaca Ekstrem
Spesialis paru, dr. Agus Susanto, SpP(K), juga membenarkan bahwa belakangan ini jumlah kasus influenza mengalami peningkatan signifikan. Ia menyebut virus ini memang lebih mudah menyebar saat cuaca berubah ekstrem.
Sementara itu, Prof. Erlina menduga bahwa perubahan cuaca, terutama pada masa pancaroba dan musim hujan, menjadi pemicu utama. Pada masa-masa ini, daya tahan tubuh cenderung menurun, sehingga masyarakat lebih mudah tertular virus pernapasan.
