
Kabar Berita Indonesia, Shahjahanpur, India – Berita mengenai Bayi 20 Hari Dikubur Hidup-Hidup ditemukan dalam kondisi mengerikan di Distrik Shahjahanpur, Negara Bagian Uttar Pradesh, India. Seorang warga yang tengah menggembala kambing menyelamatkan bayi itu usai melihat tangan kecil mencuat dari balik lumpur.
Saat ini, bayi malang tersebut masih dalam rumah sakit dan dalam kondisi kritis.
Bayi 20 Hari Dikubur Hidup-Hidup , Tangan Muncul dari Lumpur, Warga Bertindak Cepat
Insiden ini terjadi ketika seorang penggembala ternak mendengar tangisan samar dari tanah berlumpur, Kamis (18/9/2025). Ia segera mendekati sumber suara dan terkejut melihat tangan bayi keluar dari gundukan tanah. Tanpa ragu, ia langsung menggali dan mengangkat tubuh bayi yang nyaris tertutup sepenuhnya oleh lumpur.
Baca juga : Bobby Copot Pejabat Sumut karena Etika dan Disiplin
Bayi 20 Hari Dikubur Hidup-Hidup Tiba dalam Kondisi Kritis, Tubuh Penuh Lumpur dan Gigitan Serangga
Petugas medis di Perguruan Tinggi Kedokteran dan Rumah Sakit Pemerintah Shahjahanpur menerima bayi tersebut dalam kondisi sangat lemah. Dr Rajesh Kumar, kepala rumah sakit, menjelaskan bahwa bayi mengalami gangguan pernapasan akibat lumpur yang masuk ke hidung dan mulutnya.
Baca juga : Jasad Remaja Hilang Sejak 2024 Ada di Mobil D4vd
“Bayi ini juga mengalami luka gigitan dari serangga, bahkan kemungkinan hewan liar. Kami juga mendeteksi tanda-tanda hipoksia, yaitu kekurangan oksigen pada jaringan tubuh,” ujar dr Kumar.
Infeksi Parah, Tim Medis Berjuang Selamatkan Nyawa
Meski sempat menunjukkan sedikit perbaikan dalam 24 jam pertama, kondisi bayi kembali memburuk akibat infeksi serius. Tim medis yang terdiri dari dokter umum dan ahli bedah plastik kini berupaya mengendalikan infeksi agar nyawa bayi bisa terselamatkan.
“Luka-luka sekitar tubuhnya masih segar, yang menunjukkan bayi ini baru terkubur tak lama sebelum mereka menemukannya,” kata dr Kumar. Ia menambahkan bahwa prognosis medis tetap buruk, namun seluruh tim rumah sakit tetap memberikan upaya maksimal.
Polisi Selidiki Pelaku dan Libatkan Unit Perlindungan Anak
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum berhasil mengungkap pelaku yang bertanggung jawab atas aksi keji tersebut. Mereka juga belum dapat mengidentifikasi orang tua bayi. Kepolisian telah menggandeng Unit Perlindungan Anak tingkat negara bagian untuk mempercepat penyelidikan dan penanganan kasus ini.
Baca juga : OpenAI Ubah Aturan ChatGPT, Pengguna Dewasa Wajib Verifikasi KTP
Fenomena Berulang, Ketimpangan Gender Jadi Sorotan
Insiden ini bukan yang pertama terjadi . Pada tahun 2019, penemuan seorang bayi perempuan prematur terkubur hidup-hidup dalam pot tanah liat. Kasus tersebut memicu keprihatinan publik mengenai ketimpangan gender dan diskriminasi terhadap anak perempuan.
Banyak wilayah India,anggapan mereka terhadap anak perempuan sebagai beban ekonomi karena tradisi mahar. Akibatnya, praktik aborsi selektif dan pembunuhan bayi perempuan masih sering terjadi, terutama dalam keluarga miskin.
Pegiat Anak Desak Perubahan Sosial dan Hukum
Para pegiat hak anak mendesak pemerintah India untuk meningkatkan perlindungan hukum terhadap anak-anak, khususnya perempuan. Mereka juga meminta masyarakat memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya kesetaraan gender.
Baca juga : Redmi 15C 5G Resmi Meluncur, Usung Chip Dimensity 6300
“Kami butuh pendekatan menyeluruh—dari hukum, pendidikan, hingga perubahan budaya. Tidak boleh ada lagi pembuangan atau penguburan bayi perempuan hidup-hidup,” ujar salah satu aktivis.
