
BPOM Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis 2026
Kabar Berita Indonesia , Badan Pengawas Obat dan Makanan BPOM Alokasikan Rp371 Miliar menegaskan komitmennya untuk mendukung program makan bergizi gratis. . Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa dari total anggaran sebesar Rp 2,24 triliun, sekitar Rp 371 miliar akan alokasikan untuk menjalankan program ini. BPOM Alokasikan Rp371 Miliar dengan harapan program ini dapat meningkatkan gizi masyarakat.
Berikut Rincian Anggaran BPOM Alokasikan Rp371 Miliar
Taruna Ikrar menjelaskan bahwa BPOM mengalokasikan Rp 371 miliar dari sebagian besar anggaran tahun depan untuk mendukung program prioritas.Sekitar Rp 1,77 triliun atau 78% bagi belanja operasional seperti gaji pegawai, tunjangan, dan biaya pemeliharaan kantor yang tidak bisa diubah. Sisanya, yakni Rp 476 miliar, untuk keperluan belanja non-operasional. Sebesar Rp 104 miliar dari total tersebut merupakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Obat dan makanan akan menjadi pendukung sementara Rp 371 miliar untuk program makan bergizi free.
Baca juga : Mensos Siapkan Santunan Korban Demo Meninggal dan Luka
Realisasi Anggaran BPOM Hingga Agustus 2025
Hingga 31 Agustus 2025, BPOM berhasil merealisasikan anggaran sebesar Rp 1,22 triliun, atau sekitar 69,87% dari pagu Rp 1,74 triliun yang tersedia setelah pemblokiran anggaran. Meski telah mencapai capaian tersebut, BPOM tetap berkomitmen menjaga efisiensi dan efektivitas dalam pemanfaatan dana. Sebagai bagian dari upaya ini, BPOM mengalokasikan Rp 371 miliar khusus untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis.
BPOM Alokasikan Rp371 Miliar dan Realisasi Anggaran Per Unit serta Jenis Belanja
Anggaran pusat sebesar Rp 879,9 miliar telah terealisasi sebesar Rp 608,3 miliar atau sekitar 69,13%.. Sementara, Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari pagu Rp 868,4 miliar telah menyerap Rp 613,2 miliar (70,61%).
Untuk kategori belanja, realisasi anggaran pada belanja pegawai mencapai 71,34%, belanja barang tercatat sebesar 65,34%, sedangkan belanja modal menunjukkan tingkat penyerapan tertinggi yakni 75,77%.
Baca juga : Bursa Transfer Antony ke Betis Hampir Gagal karena Pendapatan
Prioritas APBN 2026: Kesehatan dan Pendidikan
Pemerintah menempatkan program sosial seperti makan bergizi gratis, Sekolah Rakyat, koperasi Merah Putih, serta pemeriksaan kesehatan gratis sebagai fokus utama dalam RAPBN 2026. Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa program-program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Penutup: Komitmen Pemerintah untuk Kesejahteraan
Sri Mulyani juga menegaskan bahwa alokasi anggaran akan disalurkan secara proporsional dan berkesinambungan. Ini agar program sosial tersebut berjalan efektif tanpa mengabaikan keberlanjutan fiskal negara. Pemerintah saat ini tengah menantikan petunjuk dari Presiden mengenai prioritas anggaran guna menyelesaikan finalisasi RAPBN 2026.
