
Menghargai Anak Membuka Jalan untuk Komunikasi yang Lebih Baik
Kabar Berita Indonesia , Jakarta – Cara Membuat Anak Mendengarkan ,Banyak orang tua merasa kesal saat anak enggan mendengarkan meskipun sudah diberi instruksi berulang kali. Kondisi ini kerap memicu konflik yang sebenarnya bisa dicegah.
Sebuah studi yang terkutip dari CNBC Make It mengamati lebih dari 200 interaksi antara orang tua dan anak. Penelitian membuktikan bahwa anak akan merespons lebih baik ketika mereka mendapat penghargaan secara emosional.. Ketika anak merasa aman dan diterima, mereka pun lebih terbuka terhadap arahan.
Baca juga : Febby Rastanty Temukan Ketenangan dalam Lari, Lebih dari Sekadar Olahraga
Hubungan yang hangat dan penuh kasih membuat anak lebih mudah belajar bekerja sama dan mengembangkan empati. Oleh karena itu, komunikasi yang tepat memegang peran penting dalam membangun kedekatan dan kepercayaan antara orang tua dan anak.
Gunakan Kalimat Positif agar Anak Mau Mendengarkan
Alih-alih menggunakan nada tinggi atau kemarahan, orang tua bisa mencoba pendekatan yang lebih lembut dan menghargai. Berikut enam kalimat sederhana yang bisa membangun koneksi emosional dan membuat anak lebih bersedia mendengarkan:
Baca juga : Kesehatan dan uang ? Mana yang lebih penting ?
1. “Aku percaya padamu”
Kalimat ini membantu anak merasa dipercaya, bukan dihakimi. Saat orang tua menunjukkan keyakinan, anak lebih mudah menurunkan pertahanannya dan merasa aman untuk bercerita atau bertanggung jawab atas tindakannya.
🗣️ Contoh:
Anak: “Aku nggak sengaja numpahin jus!”
Orang tua: “Aku percaya padamu. Ayo kita bersihkan sama-sama.”
2. “Kamu boleh merasakannya. Aku ada di sini”
Begitu anak merasa marah atau kecewa, mereka cenderung sulit menerima penjelasan logis.. Orang tua membantu anak mengakui emosinya dengan tenang melalui kalimat ini, tanpa membuatnya merasa sendirian.
🗣️ Contoh:
Anak kesal karena menara baloknya roboh. Daripada berkata, “Udah, jangan lebay,” katakan:
“Kamu boleh merasa kesal. Aku ada kalau kamu butuh.”
3. “Aku mendengarkan. Ceritakan apa yang terjadi”
Sebelum anak bersedia mendengarkan, mereka ingin merasa agar orang tua mendengar terlebih dahulu. Dengan memberi perhatian dan ruang bercerita, orang tua bisa mengurangi sikap defensif anak.
🗣️ Contoh:
Anak: “Aku nggak mau main sama kakak lagi!”
Orang tua: “Aku mendengarkan. Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi.”
4. “Aku mendengar kamu. Aku berada pada pihakmu”
Anak cenderung lebih kooperatif dan terbuka saat tahu orang tuanya mendukungnya. Kalimat ini membangun rasa aman sekaligus menunjukkan empati.
🗣️ Contoh:
Anak: “PR ini bikin stres! Aku nggak mau ngerjain!”
Orang tua: “Aku dengar kamu. Aku berada pada pihakmu. Tenang, kita hadapi sama-sama. Pasti ada cara yang lebih mudah.”
5. “Aku mendukungmu, apapun yang terjadi”
Anak membutuhkan jaminan bahwa kasih sayang orang tua tidak bergantung pada prestasi. Dengan mengucapkan kalimat ini, orang tua membantu anak menghadapi kesalahan tanpa rasa takut atau penolakan.
🗣️ Contoh:
Anak menangis karena merusak proyek temannya.
Orang tua: “Aku tetap mendukungmu, apa pun yang terjadi. Yuk kita cari cara untuk memperbaikinya.”
Cara Membuat Anak Mendengarkan Bukan Soal Kata-Kata
Meskipun terdengar sederhana, kelima kalimat tersebut berperan penting dalam membentuk koneksi emosional yang kuat antara orang tua dan anak.. Ketika orang tua menghargai dan memahami anak, mereka akan lebih mudah bekerja sama tanpa harus menerima ancaman atau kemarahan.
