
Bercerita ke Orang Tak Asing Jadi Pilihan Banyak Orang
Kabar Berita Indonesia , Pernahkah kamu merasa lebih nyaman curhat ke orang asing daripada ke teman dekat atau keluarga sendiri? Fenomena ini makin sering terjadi, terutama dalam kalangan anak muda dan masyarakat urban. Bahkan, beberapa orang bersedia membayar layanan “teman jalan” hanya untuk bisa bercerita tanpa takut kena hakim.
Menurut psikolog klinis Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi., perasaan nyaman saat curhat ke orang asing bukanlah hal aneh. Justru, ada alasan psikologis yang mendasarinya.
Baca juga : Bjorka Tertangkap, Polisi Sita Bukti Aktivitas Siber Ilegal
Privasi dan Aman Jadi Faktor Utama dalam Curhat ke Orang Asing
Psikolog Joko menjelaskan bahwa saat seseorang berbagi cerita kepada orang baru, mereka merasa terlindungi dari penilaian atau tekanan emosional dari masa lalu. Dalam hubungan dekat, curhat sering kali adanya harapan, pengalaman bersama, dan penilaian pribadi.
“Ketika seseorang memilih bercerita kepada orang asing, mereka merasa lebih bebas karena tidak ada sejarah atau ekspektasi yang melekat,” jelasnya.
Layanan seperti jasa teman jalan juga menciptakan suasana yang aman dan terstruktur. Pengguna tahu batasan interaksi dari awal, sehingga bisa lebih terbuka tanpa khawatir.
Baca juga : Uang Palsu, Nelayan Nias Tipu Agen Keuangan Digital
Ingin Didengar
Curhat ke orang asing juga memberikan bentuk validasi emosional yang bersih dari bias. Seseorang ingin mendapat pengakuan perasaannya—tanpa campur tangan opini pribadi seperti yang kerap muncul dari orang-orang terdekat.
“Orang yang curhat ke orang asing sebenarnya sedang mencari tempat aman untuk mengekspresikan perasaan tanpa gangguan komentar yang menilai,” ujar Psikolog Joko.
Validasi seperti ini penting untuk menurunkan stres dan rasa sepi, walaupun efeknya bersifat sementara.
Curhat ke Orang Asing Bukan Cara Menyelesaikan Masalah
Meskipun terasa menenangkan, curhat ke orang asing atau menggunakan jasa teman bicara bukanlah solusi jangka panjang. Psikolog Joko menekankan bahwa ini hanya bentuk coping sesaat, bukan penyelesaian masalah yang sebenarnya.
Masalah akan tetap ada, bahkan bisa berdampak buruk jika tidak selesaikan terlalu lama. Kecemasan atau kesepian yang tak terselesaikan dapat menurunkan kualitas tidur, memperlemah sistem imun, hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Baca juga : KPI , Dirut Taufik Pimpin Investigasi Kilang Dumai
Tetap Perlu Bangun Hubungan Sehat dan Minta Bantuan Ahli
Untuk menjaga kesehatan mental secara menyeluruh, penting bagi seseorang untuk membangun hubungan yang sehat dengan orang-orang terdekat. Bila masalah terasa berat dan berulang, berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog atau konselor tetap menjadi langkah terbaik.
