
Apa Itu Degenerasi Makula?
Kabar Berita Indonesia , Degenerasi makula terjadi saat makula—bagian kecil pada tengah retina—mengalami kerusakan. Makula berfungsi penting dalam penglihatan lurus ke depan dan membantu kita melihat detail halus, seperti membaca atau mengenali wajah.
Salah satu bentuk lanjut dari penyakit ini adalah Degenerasi Makula Basah, atau yang juga kita tau sebagai neovascular Age-related Macular Degeneration (nAMD). Penyebutan kondisi ini adalah “basah” karena munculnya pembuluh darah baru yang abnormal dan rapuh di bawah makula. Pembuluh tersebut sering bocor, sehingga menimbulkan pembengkakan, perdarahan, dan jaringan parut. Jika seseorang tidak segera mengobatinya, penyakit ini bisa menyebabkan penurunan penglihatan yang berat dan berlangsung cepat.
Baca juga : RSUD Cut Meutia Dikecam, Kasur Pasien Penuh Belatung Viral
Seberapa Umum Penyakit Ini?
Saat ini, lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia hidup dengan nAMD. Penyakit ini juga menjadi penyebab utama kebutaan pada lansia yang berusia di atas 60 tahun.
Gejala Umum Degenerasi Makula Basah
Orang yang mengalami nAMD biasanya merasakan gejala berikut:
- Area gelap atau kosong pada tengah pandangan
- Pandangan menjadi kabur
- Warna terlihat lebih kusam
- Garis lurus tampak bergelombang
Dr. dr. Ari Djatikusumo, SpM(K), selaku Kepala Departemen Mata RSCM Jakarta, menganjurkan masyarakat untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata jika merasakan gejala tersebut. “Jika kita memeriksakan diri lebih awal, dokter bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh, menentukan diagnosis, dan memberikan pengobatan yang sesuai,” ujarnya.
Baca juga : Kulit Pria Lebih Berminyak? Ini Cara Merawatnya dengan Tepat
Terapi Faricimab: Harapan Baru untuk Pasien nAMD dan PVC
Salah satu terapi yang terbukti efektif dalam menangani nAMD dan PVC (Polypoidal Choroidal Vasculopathy, varian nAMD dengan polip di bawah retina) adalah injeksi Faricimab. Dokter biasanya menyuntikkan obat ini langsung ke dalam mata untuk mengatasi pembuluh darah abnormal.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Faricimab mampu:
- Memulihkan penglihatan secara signifikan
- Memberikan efek yang bertahan lebih lama
- Mengurangi frekuensi kunjungan ke rumah sakit untuk terapi
Baca juga : Kulit Pria Lebih Berminyak? Ini Cara Merawatnya dengan Tepat
Dr. Ari menyampaikan bahwa “Terapi injeksi dengan Faricimab tidak hanya memberikan peningkatan penglihatan yang berarti secara klinis, tetapi juga mengurangi beban perawatan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien, serta keluarganya.”
Hasil Pengobatan Setelah Satu Tahun
Setelah menjalani pengobatan selama satu tahun, pasien menunjukkan kemajuan yang positif. Rata-rata, mereka dapat membaca 8–9 huruf lebih banyak dalam tes penglihatan. Selain itu:
- Sebanyak 86% pasien menunjukkan bahwa polip penyebab gangguan tidak lagi aktif
- Sebanyak 61% pasien menunjukkan jaringan abnormal yang benar-benar menghilang
Hasil ini membuktikan bahwa Faricimab bisa memberikan perubahan besar dalam kualitas penglihatan dan hidup pasien yang menderita degenerasi makula basah.
Baca juga : Jasa Teman Jalan : Mengapa Banyak Orang Rela Bayar Teman?
