
Kabar Berita Indonesia , Gelombang unjuk rasa yang melanda Maroko sejak Sabtu (27/9/2025) terus meluas. Demo Maroko ini Memasuki hari kelima pada Rabu (1/10/2025), kekerasan kian tak terhindarkan. Dalam kota Oujda, bagian timur , sebuah mobil polisi menerobos kerumunan dan melukai seorang demonstran. Kantor berita MAP serta organisasi hak asasi manusia lokal mengonfirmasi kejadian ini.
Demo Maroko Menyebabkan Dua Orang Tewas, Yang Terduga Berebut Senjata Polisi
Sementara itu, Leqliaa — sekitar 500 kilometer dari Rabat — dua orang tewas dalam bentrokan. Pihak berwenang mengklaim korban mencoba merebut senjata petugas, namun laporan itu belum mendapat dukungan dari saksi mata. Sejak mulainya protes Ketegangan antara demonstran dan aparat terus meningkat.
Baca juga : IKN Mendapat Dukangan Menkeu Lewat Skema Pendanaan
Gen Z Pimpin Aksi Protes, Tuntut Perubahan Nyata
Penggerak demonstrasi oleh kalangan muda, terutama Generasi Z. Mereka menuntut perbaikan layanan publik yang terlihat amburadul dan tidak merata. Selain itu, mereka mengecam korupsi serta keputusan pemerintah yang lebih fokus membangun stadion demi Piala Dunia 2030, sementara sekolah dan rumah sakit terbengkalai.
“Menuntut kesehatan dan pendidikan bukan hanya slogan—ini hak dasar,” tegas penyelenggara aksi melalui Discord, penggunaan aplikasi yang banyak oleh kelompok muda.
Baca juga : Bobby Nasution Imbau Perusahaan Gunakan Pelat BK
Pemerintah: Demo Maroko Ilegal, Pelaku Akan Kena Hukuman
Kementerian Dalam Negeri Maroko menyebut protes ini tidak memiliki izin resmi. Pemerintah berjanji akan bertindak tegas terhadap para pelaku yang mengganggu ketertiban umum. “Setiap pelanggaran akan kami proses secara hukum,” tegas juru bicara kementerian.
Bentrokan Meluas, Puluhan Luka-Luka
Hingga Rabu malam, aparat telah menangkap 409 orang dan mencatat 263 personel kepolisian terluka. Sebanyak 142 kendaraan polisi, 20 mobil pribadi, dan beberapa bangunan mengalami kerusakan. Di kota Sale, remaja bertopeng membakar mobil, menjarah toko, dan menghancurkan jendela bangunan publik.
Video yang beredar menunjukkan adegan kekerasan dalam berbagai kota seperti Inzegane dan Ait Amira, di mana massa membakar kendaraan di jalan.
Baca juga : Liburan yang Bikin Bahagia: Ini 5 Destinasi Terbaik 2025
Anak-anak Ikut Dalam Penahanan, Amnesty International Angkat Suara
Organisasi HAM Maroko (AMDH) mencatat 37 orang, termasuk enam anak bawah umur, akan menghadapi persidangan di Oujda. Secara keseluruhan, lebih dari 1.000 orang ditangkap sejak awal demonstrasi.
Amnesty International meminta pemerintah Maroko agar mendengarkan tuntutan para pemuda. “Kami mendorong pemerintah menanggapi keresahan anak muda atas hak sosial, ekonomi, dan budaya mereka, serta menindaklanjuti laporan korupsi,” tulis Amnesty dalam pernyataan resmi.
Baca juga : Diet Menjadi Tren, Tapi Amankah untuk Semua?
Piala Afrika dan Pemilu 2026 Jadi Latar Politik Kerusuhan Demo Maroko
Kerusuhan ini berlangsung menjelang dua agenda besar nasional: Piala Afrika 2025 dan pemilihan legislatif 2026. Ketidakpuasan publik makin memuncak setelah kasus kematian delapan perempuan dalam rumah sakit umum Agadir mengungkap lemahnya layanan kesehatan di negara itu.
