
Kabar Berita Indonesia , Jakarta – Mengenai Dompet Digital pada tengah semarak perayaan kemerdekaan Indonesia pada Agustus, Mari ajak masyarakat untuk memaknai kebebasan secara lebih luas, terutama pada era digital. Kini, ancaman tak hanya datang dalam bentuk fisik, tetapi juga melalui dunia maya yang penuh dengan risiko kejahatan siber.
Mulai dari pencurian data, peretasan akun, hingga penipuan digital, berbagai ancaman ini dapat mengganggu keamanan finansial masyarakat, khususnya para pengguna dompet digital. Karena itu, penting bagi setiap pengguna menjadi “pejuang digital” yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga sigap melindungi diri dari serangan siber.
Berikut ini langkah-langkah penting untuk menjaga keamanan dompet digital demi meraih kemerdekaan finansial yang sesungguhnya:
1. Waspada Terhadap Modus Penipuan Dompet Digital
Para pelaku kejahatan siber kerap memanfaatkan rasa penasaran pengguna dengan menyebarkan tautan palsu yang menjanjikan hadiah, diskon besar, atau saldo dompet digital gratis. Tautan tersebut biasanya disisipkan dalam pesan singkat, email, atau notifikasi media sosial.
Pengguna sebaiknya tidak mudah percaya terhadap pesan yang meminta data pribadi, menyuruh mengunduh aplikasi, atau mengarahkan login melalui tautan yang mencurigakan. Untuk memastikan kebenarannya, masyarakat disarankan untuk langsung mengakses situs resmi atau menggunakan aplikasi asli dari penyedia layanan.
Baca juga : Kecelakaan Bus ALS : Dua Atlet Muda Tewas, 29 Terluka
2. Perkuat Sistem Keamanan Dompet Digital
Memperkuat pertahanan digital merupakan langkah penting dalam menghadapi serangan siber. Pengguna dapat melindungi perangkat dan akun dengan memperbarui sistem operasi serta aplikasi secara berkala.
Setiap pembaruan biasanya menyertakan perbaikan keamanan (security patch) untuk menutup celah yang berpotensi dimanfaatkan peretas. Selain itu, masyarakat juga perlu menggunakan kata sandi yang kuat dan unik di setiap akun, dengan kombinasi huruf besar-kecil, angka, dan simbol. Hindari menggunakan password yang sama di semua platform.
3. Saling Mengingatkan dan Laporkan Modus Penipuan
Semangat gotong royong tak hanya berlaku dalam kehidupan sosial, tetapi juga dalam melawan kejahatan digital. Pengguna didorong untuk saling mengedukasi dan membagikan informasi terkait modus penipuan yang mereka temui kepada keluarga, teman, atau komunitas digital.
Jika menemukan aksi penipuan, segera laporkan kepada pihak berwenang seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau penyedia platform terkait. Langkah kecil seperti ini dapat membantu mencegah korban lain terjerat.
Baca juga : Keracunan MBG, BPOM: Ada Cemaran Mikrobiologi
4. Jaga Kerahasiaan Informasi Pribadi
Mengelola informasi pribadi secara bijak menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kemerdekaan digital. Pengguna dompet digital sebaiknya tidak membagikan data rahasia seperti PIN, OTP, maupun password kepada siapa pun, termasuk kepada pihak yang mengaku sebagai petugas layanan.
Pelaku kejahatan sering menyamar sebagai perwakilan resmi untuk mendapatkan kepercayaan korban. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa penyedia layanan, seperti DANA, tidak pernah meminta data sensitif dari pengguna.
5. Manfaatkan Fitur Keamanan Tambahan seperti DANA Protection
DANA sebagai salah satu penyedia layanan dompet digital di Indonesia telah menyediakan fitur keamanan tambahan bernama DANA Protection. Fitur ini menjamin 100% pengembalian dana pengguna jika terjadi transaksi tidak sah akibat peretasan, akun dibajak, atau HP hilang.
Untuk mengajukan klaim, pengguna dapat mengakses menu DANA Protection di aplikasi, membaca detail perlindungan, lalu melaporkan insiden melalui asisten virtual DIANA. Pengguna harus melampirkan detail transaksi dan dokumen pendukung agar proses klaim berjalan lancar.
Namun, fitur ini hanya berlaku bagi pengguna DANA Premium yang telah mengaktifkan DANA VIZ dan tidak pernah membagikan PIN atau OTP. Laporan juga harus disampaikan maksimal 60 hari setelah kejadian. Jika pelanggaran terjadi karena kelalaian pengguna atau tidak ada bukti kuat, maka klaim akan ditolak.
Baca juga : Ferry Irwandi Siap Hadapi Proses Hukum, Tegaskan Tidak Takut
6. Perbarui Aplikasi dan Jangan Sebarkan OTP
Untuk meminimalisasi risiko, DANA mengimbau seluruh pengguna untuk terus memperbarui aplikasi ke versi terbaru dan tidak pernah membagikan kode OTP, bahkan kepada pihak yang mengatasnamakan DANA.
Langkah-langkah sederhana namun konsisten ini menjadi fondasi utama dalam membangun perlindungan digital secara menyeluruh.
Kemerdekaan digital bukan hanya soal akses teknologi, tapi juga bagaimana pengguna mampu melindungi diri dari bahaya siber dan menjaga keamanan finansialnya sendiri.
