
Tren Bayar Jasa Teman Jalan di Kota Besar
Kabar Berita Indonesia , Membahas mengenai Jasa Teman Jalan , Fenomena membayar jasa teman jalan atau teman nongkrong kini makin populer di kota-kota besar. Lewat layanan ini, seseorang bisa menyewa teman untuk menemani aktivitas—dari nongkrong di kafe hingga sekadar ngobrol santai. Tapi mengapa seseorang rela mengeluarkan uang hanya untuk ditemani?
Psikolog klinis Yustinus Joko Dwi Nugroho, M.Psi., mengatakan bahwa hal ini tidak lepas dari kebutuhan dasar manusia akan rasa aman, kenyamanan, dan penerimaan emosional.
“Ada aturan jelas dalam layanan ini. Orang merasa lebih bebas berbagi tanpa takut dihakimi atau disalahpahami,” jelas Psikolog Joko saat diwawancarai.
Baca juga : TikTok Dibekukan Hanya 3 Hari, Apa Sebab & Solusinya?
Rasa Aman dan Privasi Jadi Alasan Utama Jasa Teman Jalan
Saat memakai jasa teman jalan, seseorang merasa lebih aman karena interaksi sudah diatur sejak awal. Batasan ditentukan bersama, sehingga pengguna merasa lebih nyaman membuka diri.
“Mereka tahu, orang yang diajak bicara tidak punya hubungan emosional masa lalu. Itu membuat pengguna bisa jujur tanpa khawatir penilaian,” tambah Joko.
Rasa privasi juga lebih terjaga dibandingkan curhat ke teman atau keluarga yang kadang membawa penilaian subjektif atau drama personal.
Validasi Emosional Tanpa Drama
Banyak orang sebenarnya hanya ingin didengar, bukan dinasihati. Layanan ini memberi ruang aman untuk mendapatkan validasi emosional tanpa perlu menghadapi konflik atau ekspektasi sosial.
“Manusia butuh merasa dipahami. Ketika curhat ke orang asing, mereka bisa merasakan itu tanpa embel-embel tekanan emosional,” terang Joko.
Validasi ini penting karena bisa menurunkan kecemasan dan rasa sepi, meskipun efeknya hanya sementara.
Jasa Teman Jalan Sekadar Pelarian, Bukan Solusi Utama
Meski membantu, Psikolog Joko mengingatkan bahwa membayar untuk ditemani bukanlah solusi permanen. Ini hanyalah bentuk pelarian cepat dari masalah emosional yang lebih dalam.
“Selama akar persoalan tidak dihadapi, kesepian atau cemas bisa muncul lagi kapan saja,” tegasnya.
Baca juga : Curhat ke Orang Asing Kadang Lebih Lega, Ini Alasannya
Dalam jangka panjang, kesepian yang tidak ditangani bisa berdampak ke fisik, seperti menurunnya kualitas tidur, imunitas, dan kesehatan mental.
Bantu Kegiatan Sosial yang Tak Nyaman Sendiri
Selain curhat, jasa teman juga membantu mereka yang merasa canggung datang sendiri ke acara sosial seperti pernikahan, reuni, atau sekadar nongkrong. Pendampingan ini memberi rasa percaya diri dan menjaga citra sosial.
Butuh Hubungan yang Nyata dan Tulus
Psikolog Joko menyimpulkan bahwa jasa teman jalan bisa menjadi alat bantu sesaat untuk mengurangi rasa kesepian, tapi bukan pengganti hubungan emosional yang sehat dan tulus.
“Kenyamanan sesaat memang ada, tapi hubungan yang autentik dengan orang terdekat tetap menjadi cara terbaik untuk merawat kesehatan mental,” tutupnya.
