
Kabar Berita Indonesia , Bandung Barat, 24 September 2025 — Membahas Keracunan massal MBG , Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas kasus keracunan massal yang ratusan siswa alami usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor. Penetapan status ini bertujuan untuk mempercepat penanganan dan memperluas cakupan investigasi.
Baca juga : Hotman Paris Usul 200T untuk Kredit Padat Karya Rakyat
Bupati Jeje: KLB untuk Percepat Penanganan
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan bahwa pihaknya segera menetapkan status KLB agar langkah penanganan berjalan cepat dan menyeluruh.
“Kami tetapkan status KLB supaya penanganan bisa langsung bergerak, tidak setengah-setengah,” ujar Jeje pada hari Selasa (23/9/2025).
Pemkab Bandung Barat bersama instansi terkait langsung turun ke lapangan untuk melakukan investigasi terhadap sumber keracunan, termasuk meninjau dapur penyedia MBG daerah Cipongkor.
Baca juga : Cadangan Beras RI Naik, Ekspor ke Palestina
Penutupan Sementara Dapur MBG Cipongkor karena Keracunan massal MBG
Sebagai bagian dari investigasi awal, Pemkab Bandung Barat menutup sementara dapur milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Cipongkor. Penutupan ini berguna memaksimalkan proses penyelidikan dan memastikan pengelolaan makanan sesuai standar kesehatan dan perizinan.
“Kami cek dari perizinan sampai ke proses pengolahan makanannya. Kalau belum layak, akan kami perbaiki. Untuk sementara, dapur Cipongkor kami tutup dulu,” jelas Jeje.
85 Dapur MBG Belum Bersertifikat Sehat
Pemkab juga memutuskan untuk mengevaluasi seluruh 85 dapur MBG yang tersebar di wilayah Bandung Barat. Berdasarkan temuan awal, seluruh dapur tersebut belum mengantongi sertifikat sehat.
“Kami akan evaluasi semuanya. Karena berdasarkan data yang masuk, 85 dapur itu belum ada yang bersertifikat sehat. Untuk saat ini, baru dapur Cipongkor yang dihentikan operasinya,” tambah Jeje.
369 Siswa Jadi Korban, Ratusan Masih Dalam Perawatan
Kepolisian melalui Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa jumlah korban keracunan mencapai 369 siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, MTs, SMP, hingga SMK.
Baca juga : Mobil Hybrid Jadi Penopang Saat Penjualan Astra Melambat
Keracunan massal MBG , Gubernur Dedi Akan Evaluasi Program MBG
Menanggapi insiden ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jabar guna mengevaluasi program MBG secara menyeluruh.
“Saya minggu depan akan undang Kepala MBG wilayah Jawa Barat untuk evaluasi total. Kita tidak mau kejadian seperti ini terulang,” ujar Om Dedi .
Dedi menyoroti adanya celah waktu antara proses memasak, distribusi, dan konsumsi makanan yang terlalu lama. Ia menilai faktor tersebut bisa menjadi penyebab utama keracunan.
“Masaknya malam, Makan pada hari siangnya. Jarak waktunya terlalu panjang. Ini harus menjadi perhatian serius bagi penyedia MBG agar memperhitungkan waktu produksi dan konsumsi,” tegasnya.
Baca juga : Transfer Tengah Malam Pasti Pending? Ini Faktanya!
Tindak Pidana Masih Pengkajian
Pertanyaan terkait kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus ini, Dedi belum memberikan jawaban pasti. Ia menyatakan akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyelenggara program MBG.
“Nanti saya tanyakan, apakah program ini tetap lanjut atau perlu dalam perhentian sementara untuk evaluasi menyeluruh,” pungkasnya.
