
Cemaran Mikrobiologi Picu Banyak Kasus Keracunan Program MBG, BPOM Minta Prosedur Diperketat
Kabar Berita Indonesia , Jakarta, 8 September 2025 – Keracunan MBG , BPOM menyebut cemaran mikrobiologi sebagai penyebab utama meningkatnya kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berlangsung di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan BPOM, Agus Yudi Prayudana, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara Silaturahmi Nasional I Tahun 2025 Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia di Jakarta, Senin (8/9).
Investigasi BPOM: Bakteri Terkait Keracunan MBG Massal
Agus Yudi menjelaskan bahwa hasil investigasi BPOM terhadap sejumlah kejadian luar biasa (KLB) keracunan menunjukkan adanya kontaminasi bakteri pada makanan yang disalurkan. Kontaminasi tersebut terjadi akibat kelalaian pada salah satu atau beberapa tahap pengolahan pangan.
Baca juga : Makan Mi Instan Mentah, Remaja 13 Tahun Meregang Nyawa
“Data yang kami kumpulkan menunjukkan sebagian besar kasus disebabkan oleh cemaran mikrobiologi. Artinya, ada proses yang tidak dijalankan sesuai standar sehingga makanan terkontaminasi,” ungkap Yudi.
Lima Tahapan Krusial dalam Pengolahan Pangan
BPOM menekankan pentingnya penerapan lima kunci keamanan pangan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam penyediaan MBG, khususnya oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Lima tahapan tersebut meliputi:
- Pemilihan dan penerimaan bahan baku
- Penyimpanan bahan pangan
- Proses memasak
- Pengemasan makanan
- Distribusi hingga ke tangan penerima
“Setiap tahap memiliki risiko kontaminasi. Kami sudah menyampaikan ke rekan-rekan SPPG dan BGN agar mengendalikan potensi risiko di semua tahapan,” ujar Yudi.
Makanan Aman Untuk Konsumsi Maksimal 4 Jam Selesai Masak
BPOM juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kualitas makanan saat penyerahan kepada penerima MBG. Dalam program ini , waktu yang tepat untuk konsumsi makanan cepat saji yaitu dalam waktu maksimal empat jam setelah proses memasak selesai, sesuai dengan SOP (Standard Operatingg Procedure) yang sudah tercantum oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca juga : Kesehatan dan uang ? Mana yang lebih penting ?
“Kalau lewat dari empat jam, risiko kontaminasi meningkat drastis. Ini penting untuk selalu kita perhatikan,” tegas Yudi.
Lebih dari 40 Kasus Keracunan MBG Terjadi dalam Sebulan
Dalam satu bulan terakhir, BPOM mencatat lebih dari 40 kejadian keracunan yang terkait dengan program MBG. Temuan ini memicu kekhawatiran atas pelaksanaan standar keamanan pangan oleh dapur-dapur penyedia makanan bergizi.
“Peran para pengusaha dan pengelola dapur MBG sangat penting untuk memastikan makanan yang aman untuk konsumsi,” kata Yudi.
Ia mengajak seluruh pelaku usaha di sektor makanan bergizi untuk memperkuat pengawasan internal dan mengedepankan prinsip kehati-hatian demi melindungi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan yang menjadi target utama program ini.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif nasional untuk meningkatkan status gizi masyarakat, terutama anak sekolah. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, program ini justru bisa menjadi sumber masalah kesehatan baru. BPOM kini mendorong semua pihak untuk memperkuat sinergi demi menjaga keamanan pangan di setiap lini.
