
Warganet Soroti Dugaan Penyelewengan Dana HUT Sekolah
Kabar Berita Indonesia , Jagat media sosial heboh setelah muncul dugaan bahwa Ketua OSIS SMAN 5 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, menyelewengkan dana kegiatan sekolah. Tudingan menggelapkan dana sebesar Rp50 juta yang seharusnya mereka gunakan untuk acara ulang tahun sekolah bertajuk “Smalazone” pada Sabtu, 6 September 2025.
Informasi ini pertama kali mencuat melalui unggahan di media sosial dan langsung menyita perhatian warganet. Banyak pihak mempertanyakan ke mana larinya dana yang sudah terkumpul dari berbagai sumber.
Baca juga : IKN Resmi Jadi Ibu Kota Politik pada 2028, Ini Penjelasannya
Kepala Sekolah Benarkan Ada Masalah Keuangan
Kepala SMAN 5 Purwokerto, Erlien Retnoviyanti, mengonfirmasi adanya persoalan keuangan usai pelaksanaan acara. Ia menyebut bahwa kegiatan berjalan lancar dan meriah, tetapi setelah acara selesai, pihak sekolah justru menemukan pembayaran yang belum clear.
“Gelar acara tersebut sukses, akan tapi setelah itu kami kaget karena ternyata ada beberapa tagihan yang belum lunas,” ujar Erlien kepada wartawan, Senin (22/9/2025).
Setelah pihak sekolah menelusuri laporan keuangan dari panitia, terdapat penemuan tunggakan pembayaran panggung sebesar Rp19 juta, serta pembayaran banner sebesar Rp577.000.
Baca juga : Sony RX1R III Full-frame, Ini Spesifikasi dan Harga
Dana OSIS Masuk Rekening Pribadi Ketua OSIS SMAN 5
Yang membuat pihak sekolah prihatin, menurut Erlien, adalah temuan bahwa bendahara OSIS tidak menyimpan uang tersebut, melainkan ditransfer dan dikelola langsung oleh ketua OSIS. Dana itu bahkan masuk ke rekening pribadi ketua OSIS, bukan ke rekening resmi organisasi.
“Pengendalian dana seharusnya oleh bendahara OSIS, tapi kenyataannya ketua OSIS yang memegang langsung uangnya dan menyimpannya dalam rekening pribadinya,” jelas Erlien.
Orangtua Ketua OSIS SMAN 5 Akui Kelalaian, Siap Tanggung Jawab
Pihak sekolah pun langsung memanggil orangtua ketua OSIS pada Senin, 15 September 2025, untuk membahas masalah ini secara terbuka. Dalam pertemuan itu, orangtua siswi mengakui adanya kelalaian anaknya dan menyatakan kesediaan untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran yang belum terpenuhi.
“Orangtua mengakui anaknya lalai. Tapi kami juga memaklumi karena ini bagian dari proses belajar. Menjalankan sebuah event besar bukan hal yang mudah bagi siswa,” tambah Erlien.
Baca juga : Kesepakatan AS-China Buka Jalan TikTok Tetap Beroperasi
Total Anggaran Acara Capai Rp100 Juta
Acara Smalazone sendiri merupakan kegiatan tahunan yang sepenuhnya kerjasama antar para siswa. Menurut Erlien, kegiatan tahun ini menelan anggaran sekitar Rp100 juta, yang bersumber dari tabungan siswa, donatur, dan sponsor.
Pihak sekolah menegaskan bahwa mereka akan menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi. Ke depan, sekolah akan memperketat sistem pengelolaan dana OSIS agar lebih transparan dan terstruktur.
