
Kabar Berita Indonesia , Tangerang Selatan – Artis sekaligus aktivis publik, Leony Vitria, mengungkap bahwa anggaran gaji anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mencapai Rp 76 juta per bulan per orang. Temuan itu ia sampaikan setelah menghitung total anggaran gaji tahunan yang pengalokasiannya untuk para legislator daerah tersebut.
Leony Bongkar Anggaran Gaji DPRD Tangsel
Leony mengaku menemukan data bahwa APBD tahun 2025 menetapkan anggaran gaji DPRD Tangsel sebesar Rp 46.056.601.765 untuk 50 anggota DPRD. Jika bagi secara merata, setiap anggota DPRD menerima Rp 921 juta lebih per tahun, atau sekitar Rp 76 juta per bulan.
Baca juga : Kejari Serang Periksa 8 Saksi Dugaan Korupsi Pemilu
Soroti Juga Anggaran Pakaian dan Cek Kesehatan
Tak hanya gaji, Leony juga menyoroti anggaran lain yang menurutnya tidak masuk akal. Ia menyebutkan bahwa anggaran pakaian dinas dan atribut DPRD mencapai Rp 393,5 juta, sementara biaya medical check-up tercatat sebesar Rp 224 juta.
Ia mempertanyakan urgensi dan akuntabilitas dari pengeluaran-pengeluaran tersebut, mengingat masih banyak persoalan pelayanan publik yang belum terselesaikan di Tangsel.
Baca juga : Prabowo Dari Kanada Terbang ke Amsterdam Lanjutkan Kunjungan
Leony Desak Dialog Terbuka dengan Walikota
Karena merasa kecewa, Leony secara terbuka mengajak DPRD dan Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, untuk melakukan dialog bersama masyarakat.
“Panggilan untuk DPRD Tangsel. Ini masyarakat Tangsel mau dialog terbuka dengan Pak Walikota Benyamin Davnie. Bisa tolong segera buat agendanyaya. Kami tunggu ya. Yuk pada kerja yuk!” tulis Leony dalam unggahannya.
Benyamin Siap Diskusi, Leony Minta Warga untuk Terlibat
Menanggapi kritik dari Leony, Walikota Tangsel Benyamin Davnie menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi terbuka. Ia menyebutkan akan menjawab semua pertanyaan dan klarifikasi terkait anggaran melalui forum yang transparan.
Baca juga : Keracunan MBG Meluas, Presiden Instruksikan BGN
Leony pun menyambut baik ajakan tersebut. Namun, ia meminta agar diskusi tidak hanya melibatkan beliau sebagai publik figur, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi warga Tangsel lain yang ingin menyampaikan keresahan mereka soal pengelolaan anggaran daerah.
