
Tragedi Bocah 13 Tahun Akibat Makan Mi Instan Mentah
Kabar Berita Indonesia – Jakarta – Makan Mi Instan Mentah Perhatian Publik Terkembali Tertuju. Bocah laki-laki berusia 13 tahun, Hamza, meninggal di Marg, Kairo, Mesir, setelah mengonsumsi tiga bungkus mi instan mentah. “Kejadian ini membuat keluarga dan warga sekitar terperangah, karena bocah tersebut wafat tanpa cedera atau indikasi kekerasan fisik.
Investigasi Polisi dan Penahanan Penjual Mi Instan
Direktorat Keamanan Kairo melaporkan bahwa dari investigasi awal, Hamza mengonsumsi tiga bungkus mi instan mentah sekaligus. Ahli meyakini bahwa tindakan Hamza mengonsumsi tiga bungkus mi instan mentah sekaligus menimbulkan komplikasi serius pada tubuhnya. Al Arabiya menyebutkan bahwa Hamza menderita penyakit kritis setelah mengonsumsi mi instan mentah berlebih-lebih, yang akhirnya menewaskannya. Jaksa Penuntut Umum kemudian memerintahkan penahanan pemilik toko yang menjual mi kepada bocah tersebut.
Polisi pergi periksa sample mi di laboratorium, seraya dokter membawa jenazah Hamza ke rumah sakit agar dapat diautopsi untuk memastikan sebab menghembuskan napas terakhir si Hamza.
Baca juga : Kesehatan dan uang ? Mana yang lebih penting ?
Gejala Makan Mi Instan Mentah dan Perjalanan Hamza Menuju Rumah Sakit
Ayah Hamza menjelaskan bahwa 30 menit setelah makan mi instan mentah, anaknya mulai muntah, berkeringat, dan merasakan sakit perut yang hebat. Tim medis segera membawa Hamza ke rumah sakit, sementara dokter menilai keracunan muncul akibat ia makan mi mentah. Menurut laporan Ynet News, dokter kemudian menyarankan keluarga untuk memindahkan Hamza ke pusat toksikologi. Sayangnya, Hamza meninggal dalam perjalanan menuju fasilitas tersebut pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Baca juga : Manfaat Angkat Kaki ke Tembok untuk Kesehatan
Hasil Pemeriksaan dan Analisis Ahli
Pemeriksaan medis awal menunjukkan tubuh Hamza tidak mengandung obat-obatan atau zat terlarang. Mi instan yang ia makan juga memenuhi standar kualitas yang berlaku. Ahli gizi memperingatkan bahwa makan mi instan mentah membebani sistem pencernaan, meningkatkan risiko penyumbatan usus, dan bisa memicu keracunan bila produk disimpan tidak tepat atau terkontaminasi.
Peringatan dari Institut Gizi Nasional Mesir
Institut Gizi Nasional Mesir memastikan para peneliti belum menemukan hubungan langsung antara mi instan dan kematian. Laporan tersebut menyebut insiden ini kemungkinan muncul akibat penyalahgunaan atau kondisi tertentu, termasuk penyimpanan mi yang tidak tepat.
Baca juga : Janice Tjen Harapan Baru Tenis Putri Indonesia di Grand Slam