
Kabar Berita Indonesia , Penjarahan Rumah Uya Kuya, pemilik rumah Komisi IX DPR, yang berada pada lokasi kawasan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, terus menjadi perbincangan massa. Penangkapan pelaku oleh polisi sebanyak belasan pelaku yang terduga terlibat dalam aksi demo tersebut.
Penjarahan Rumah Uya Kuya , Penangkapan Pelaku dan Penemuan Kucing
Selain membekuk para calon tersangka, polisi juga berhasil mendapatkan seekor kucing milik Uya Kuya yang sempat massa membawa kabur .
“Kucing peliharaan tersebut sudah mendapat pengawasan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian DKI Jakarta, melalui Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan,” jelas Dicky.
Baca juga : Mensos Siapkan Santunan Korban Demo Meninggal dan Luka
Pelaku Mayoritas Warga Sekitar, Polisi Buru Provokator Utama
Kesuksesan para polisi membekuk belasan orang yang terduga menjadi tersangka melakukan jarahan pada rumah . Sebagian besar pelaku merupakan warga sekitar lokasi kejadian. Namun, Polisi aktif mengejar beberapa
provokator utama yang menjadi dugaan dalam menggerakkan massa.
“Dari hasil penyelidikan, mayoritas pelaku adalah warga sekitar. Namun demikian, kami masih terus melakukan pencarian terhadap provokator utama yang terduga menghasut massa untuk melakukan penjargahan,” jelas Dicky. Polisi menduga faktor pendoraong melaksanakan jarahan adalah murni sebagai keuntungan pribadi yang memanfaatkan situasi demo ricuh.
Baca juga : Transfer Antony ke Betis Hampir Gagal karena Gaji
Kronologi Kericuhan dan Penjarahan
Keributan demo pecah pada Sabtu (30/8) malam waktu pendemo hampiri rumah Uya Kuya. Sementara itu, dalam video yang beredar luas pada media sosial, terlihat aksi perusakan rumah, kaca yang pecah, serta massa yang menerobos masuk hingga ke lantai dua.
Teriakan “hancurkan” bergema, serta dengan perusakan dan penjarahan barang-barang dalam rumah. Aksi ini membuat suasana menjadi kacau dan menimbulkan keprihatinan publik.
Latar Belakang Kasus dan Reaksi Publik
Kasus penjarahan ini mencuat setelah publik mengaitkannya dengan aksi joget Uya Kuya gedung MPR/DPR yang bertepatan dengan pengumuman kenaikan tunjangan DPR, termasuk tunjangan rumah sebesar Rp50 juta. “Imbasnya, hal ini memicu reaksi keras dari masyarakat yang kemudian berujung pada demo ricuh.
