
Pelaku Ngamuk karena Ibu Tidak Memberi Uang
Kabar Berita Indonesia , Seorang pemuda berinisial PP (28) asal Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, nekat melakukan kekerasan dan Rampas Uang terhadap ibu kandungnya sendiri. Aksi ini terjadi setelah sang ibu menolak permintaannya untuk memberi uang guna membeli sepeda motor.
Kapolsek Siantar Martoba, AKP Restuadi, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi dalam rumah korban yang berinisial S (65), tepatnya Jalan Tangki, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, pada Minggu (5/10/2025).
Baca juga : Batuk dan Pilek Merebak, Dokter Sebut Cuaca Biang Kerok
“PP meminta uang kepada ibunya, tapi sang ibu menolak karena uang tersebut akan digunakan untuk kebutuhan lain,” ujar AKP Restuadi dalam keterangan tertulis, Rabu (8/10/2025).
Pelaku Ancam Pakai Parang dan Rampas Uang dari Tangan Ibu
Tak terima dengan penolakan itu, PP langsung emosi. Ia mendorong dan membanting ibunya hingga terjatuh. Bukan hanya itu, PP kemudian mengambil sebilah parang dan mengacungkannya ke arah korban sambil berkata, “Minta uangnya biar pergi aku.”
Karena ketakutan, korban mengambil uang Rp10 juta yang sebelumnya ia titipkan kepada tetangga. Namun sebelum korban sempat menyerahkan uang itu dengan tenang, PP langsung merampasnya dan lari.
Baca juga : AI dalam Dunia Medis Tak Gantikan Peran Dokter
Pemakaian Uang Untuk Beli Motor, Baju, dan Sabu
Setelah menerima laporan, polisi segera memburu dan menangkap PP sekitar Jalan Tangki. Polisi juga mengamankan sebilah parang bergagang kayu yang digunakan untuk mengancam korban.
Pada hadapan penyidik, PP mengaku telah menggunakan uang tersebut untuk membeli sepeda motor Yamaha Vixion seharga Rp4,5 juta, sepasang baju seharga Rp400 ribu, dan sabu-sabu senilai Rp100 ribu. Sisa uang yang belum terpakai masih ia simpan dalam saku celananya saat penangkapan.
Polisi Tahan Tersangka dan Jerat dengan Pasal Berlapis
Saat ini, Penetapan PP sudah sebagai tersangka dan mendekam di sel tahanan. Polisi menjeratnya dengan Pasal 365 juncto 367 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dalam lingkup keluarga.
