
Trump Bocorkan Pemilik Baru TikTok, Tinggal Tunggu Xi Jinping
Kabar Berita Indonesia , Jakarta, 17 September 2025 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa AS dan China telah menyepakati langkah penting terkait masa depan TikTok. Aplikasi asal China yang sebelumnya terancam blokir di Amerika kini selamat, setelah rencana penjualan ke perusahaan AS memasuki tahap akhir.
Trump menyebut beberapa perusahaan besar Amerika siap membeli TikTok. Namun, kesepakatan ini masih menunggu persetujuan dari Presiden China Xi Jinping.
Baca juga : Uang Menkeu Rp200 T, OJK Waspadai Kredit Macet
Kesepakatan Capai Titik Terang
Trump menegaskan bahwa proses negosiasi dengan TikTok sudah memasuki fase final. Menurutnya, sejumlah perusahaan raksasa AS telah menyatakan minat dan kesiapannya untuk mengambil alih kepemilikan TikTok wilayah Amerika Serikat.
“Kami telah mencapai kesepakatan dengan TikTok. Ada beberapa perusahaan besar yang mau membelinya,” ungkap Trump dalam pernyataan resmi.
Gedung Putih kemudian memperpanjang tenggat penjualan TikTok dari 17 September menjadi 16 Desember 2025, memberi waktu tambahan 90 hari bagi ByteDance untuk merampungkan transaksi.
Baca juga : Kematian Kacab Bank BUMN, 15 Tersangka Terlibat
TikTok Wajib Jual, Bukan Blokir
Kesepakatan ini terjadi dalam bawah tekanan Undang-Undang yang sudah ssah oleh Kongres AS pada 2024, saat pemerintahan Joe Biden masih menjabat. UU tersebut mewajibkan ByteDance untuk menjual TikTok kepada entitas asal AS, atau menghadapi pemblokiran permanen.
AS meyakini bahwa TikTok berisiko menjadi alat pemerintah China untuk mengakses data warga Amerika, menyebarkan propaganda, atau melakukan pengawasan digital secara tersembunyi.
ByteDance Tetap Pegang Saham Minoritas
Dua narasumber yang mengetahui isi kesepakatan menyebut bahwa ByteDance tetap akan memegang saham minoritas sebesar 19,9% perusahaan baru TikTok yang berbasis wilayah AS. Sementara mayoritas saham akan menjadi kuasa oleh konsorsium perusahaan Amerika, seperti:
- Susquehanna International Group (SIG)
- General Atlantic
- KKR
Beberapa investor baru yang disebut tertarik ikut serta dalam pembelian ini antara lain:
- Oracle, milik miliarder Larry Ellison
- Silver Lake, perusahaan investasi global
Struktur Baru: Mayoritas WNI-AS, Pemenrintah Mengawasi
Perusahaan TikTok yang baru akan memiliki struktur dewan komisaris yang mayoritas merupakan warga negara AS, termasuk satu orang sebagai perwakilan pemerintah AS. Penggunakan Pola ini mengikuti model saat akuisisi US Steel oleh Nippon Steel asal Jepang.
Baca juga : Pangkalpinang 268 Tahun : Jejak Tambang dan Sejarah Kota
Trump dan Xi Akan Bahas Langsung Mengenai Akuisisi TikTok
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengonfirmasi bahwa Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping akan membahas kesepakatan ini secara langsung dalam pertemuan dalam jadwal berlangsung Jumat pekan ini.
Meski kedua negara telah sepakat pada prinsip umum, kesepakatan tersebut baru bisa berjalan setelah mendapatkan restu resmi dari Presiden China.
Kesimpulan: TikTok Aman, Tapi Harus Ganti Kepemilikan
Dengan kesepakatan ini, AS meloloskan TikTok dari ancaman pemblokiran . Namun, aplikasi ini harus berganti pemilik agar sesuai dengan regulasi keamanan nasional AS.
Baca juga : Kenaikan Gaji DPRD Kalteng Akan Dievaluasi Gubernur
Kini, publik internasional menanti bagaimana hasil pertemuan antara Trump dan Xi akan mempengaruhi arah masa depan TikTok pada panggung global.
